Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Beredar Kabar Dua Pejabat Aceh Diperiksa KPK, Ini Faktanya

ALI FIKRI, Plt Juru Bicara KPK




Infoacehtimur.com / Banda Aceh - Sejak Kamis (3/6/2021) dini hari WIB, kabar tentang adanya penangkapan dua pejabat di Aceh oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beredar luas di berbagai kalangan masyarakat Aceh. Info tersebut cukup simpang siur. Ada yang menyebutkan dua pejabat itu terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dan ada juga yang menyebutkan hanya dipanggil untuk pemeriksaan oleh KPK.

Informasi tersebut santer tersebar dan menjadi perbincangan beberapa kalangan. Serambi kemudian coba menelusuri informasi tersebut ke Pemerintah Aceh. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, tidak ada penjelasan apapun dari Pemerintah Aceh terkait informasi itu. Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda Aceh, Muhammad Iswanto, tidak mengangkat telepon saat dihubungi Serambi, kemarin.


Dari berbagai informasi yang digali Serambi, KPK ternyata tidak menangkap dua pejabat dimaksud, melainkan hanya melakukan pemeriksaan terkait salah satu kasus yang sedang diselidiki oleh lembaga anti-rasuah itu di Aceh.  Informasi yang diperoleh Serambi, dua pejabat yang diperiksa KPK adalah Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes, dan Kadis Perhubungan Aceh, Junaidi. Namun, informasi ini belum ada kejelasan.

Hasil penelusuran Serambi, siang kemarin, Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes, memang tidak hadir dalam vaksinasi massal Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Aceh di Kantor Gubernur Aceh. Biasanya, Taqwallah kerap hadir dalam berbagai kegiatan terkait penanganan Covid-19. Serambi sempat memastikan apakah Sekda hadir karena mungkin Serambi luput. Namun, pihak yang ditanyai mengaku tidak melihat Sekda Taqwallah di sepanjang kegiatan tersebut.


Adapun pejabat yang hadir dalam kegiatan itu adalah Asisten III Sekda Aceh, Iskandar AP, Kadis Kesehatan Aceh, Kadis Kominsa dan Persandian Aceh, Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak, Kepala Biro Organisasi Setda Aceh, perwakilan Polda Aceh, Kepala Kesdam Iskandar Muda, dr Ismi Purnawan SpJP, serta Staf Khusus Gubernur Aceh, Wiratmadinata.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), seperti dilansir tribunnews.com, menjelang Magrib kemarin, hanya membenarkan sedang mengusut dugaan korupsi di Aceh. Namun, KPK tidak menyebutkan siapa yang dipanggil/diperiksa. KPK sudah meminta keterangan sejumlah pihak terkait penyelidikan dugaan rasuah tersebut. 


"Benar, ada kegiatan penyelidikan oleh KPK di antaranya melakukan permintaan keterangan dan klarifikasi terhadap beberapa pihak terkait," ujar Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara (Jubir) KPK, Ali Fikri, saat dikonfirmasi tribunnews, Kamis (3/6/2021).

Kendati demikian, Ali belum dapat menyampaikan secara rinci dugaan korupsi yang sedang ditangani tersebut, termasuk pihak-pihak yang telah dimintai keterangan. Hal ini lantaran dugaan korupsi tersebut masih dalam proses penyelidikan.  "Saat ini masih proses penyelidikan, kami belum bisa menyampaikan lebih lanjut mengenai materi kegiatan dimaksud," katanya. 


Ali berjanji akan menyampaikan perkembangan dari penanganan dugaan korupsi ini. "Perkembangannya nanti kami akan informasikan lebih lanjut," katanya. Dari informasi yang didapat, KPK sedang melakukan penyelidikan terkait kasus pengadaan Kapal Aceh Hebat, termasuk memeriksa Kadis Perhubungan Aceh, Junaidi, dan Sekda Aceh, Taqwallah. (dan/tribunnews/ham)




Editor: bakri / Sumber: Serambi Indonesia