Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Diduga Bau Gas Racun Sudah Tak ada Lagi, Pengungsi Sudah Diperbolehkan Pulang

Pihak perusahaan PT Medco memfasilitasi pemulangan warga yang mengungsi di kantor Camat Banda Alam, ke desa mereka di Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, Selasa (29/6/2021). 



INFOACEHTIMUR.COM – Selasa (29/6/2021) sore tadi, warga Desa Panton Rayeuk T, yang mengungsi di kantor Camat Banda Alam, Aceh Timur.

Karena udara di desa mereka sebelumnya diduga tercemar bau yang diduga gas beracun, dilaporkan sudah diperbolehkan pulang.

“Pukul 17.00 WIB tadi telah dilaksanakan mediasi oleh pihak PT Medco, Dinas Lingkungan Hidup, perangat Desa Panton Rayeuk T, dan Muspika Kecamatan Banda Alam, di desa setempat, yang hasilnya sudah memperbolehkan warga pulang ke desanya, karena sudah aman dan tidak ada lagi bau yang diduga gas beracun,” ungkap Sekretaris Camat Banda Alam, Taufik Riza, kepada Serambinews.com, Selasa sore.

Warga jelas Taufik, akan dipulangkan menggunakan kendaraan yang difasilitasi oleh pihak perusahaan PT Medco.

Diberitakan sebelumnya, 459 jiwa dari 124 KK warga Desa Panton Rayeuk T, mengungsi ke kantor Camat Banda Alam, sejak Senin (28/6/2021) malam.


Menyusul sejumlah warga terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan ke puskesmas, karena diduga mencium bau yang didugas gas beracun di desa mereka yang tak jauh dengan sumur migas milik PT Medco.

Karena hujan deras Senin malam, ungkap Taufik, warga yang mengungsi di tenda terpaksa direlokasi ke aula kantor camat, kantor Polsek, dan Koramil, yang saling berdekatan.

Sedangkan, di halaman kantor camat telah didirikan tiga tenda untuk para pengungsi.

Begitu juga kebutuan konsumsi para pengungsi disediakan oleh pihak perusahaan.

Taufik Riza mengatakan, sebelumnya Senin malam, dua warga dirujuk ke rumah sakit Zubir Mahmud, karena mengalami sesak napas, dan muntah diduga akibat mencium bau yang diduga gas beracun.


Tapi, Selasa sore dilaporkan kedua warga tersebut juga sudah diperbolehkan pulang.

“Begitu juga sejumlah warga, yang sempat diperiksa di Puskesmas, setelah diperiksa dan baik-baik saja, lalu diperbolehkan pulang ke pengungsian,” ungkap Taufik.

Sementara itu, VP Relations & Security Medco E&P Malaka Arif Rinaldi, dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Selasa mengatakan, kondisi di area sekitar operasi dan pemukiman warga, terus dimonitor oleh pekerja.

Hasilnya tidak ditemukan ada kebocoran pipa, sementara hasil pengukuran parameter SO2 dan H2S terbaca pada angka nol atau normal di udara.

Sebelumnya, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan konsumsi, kebutuhan suplemen, dan tikar, kepada para warga yang mengungsi di kantor Kecamatan Banda Alam. (**)





Sumber Artikel | Serambinews