Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kasus Pembunuhan di Aceh Timur, Istri Sempat Curiga Melihat Suami Penuh Dengan Darah

Foto ilustrasi



INFOACEHTIMUR.COM – Pengadilan Negeri Idi, Aceh Timur, kembali melanjutkan sidang pemeriksaan saksi dalam kasus pembunuhan berencana ibu dan anak di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur.

Sidang berlangsung secara virtual itu dipimpin oleh Hakim Ketua Khalid SH, dengan dua anggota Reza Bastiar Siregar SH, dan Ike Ari Kesuma SH.

Adapun JPU dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur, Andi Zulanda SH, Ivan Najjar Alavi SH MH, Cherry Arida SH, Harry Arfhan SH, Iqbal Zaqwan SH.
Dalam sidang ini JPU Kejari Aceh Timur, menghadirkan 4 orang saksi diantaranya, Andika, Keuchik Simpang Jernih, seorang warga yang melihat jenazah di dalam rumah, M Nasir, istri pelaku M Rizal yakni Cut Siti Rafisah, dan anaknya Rika.

Dalam sidang sebelumnya, JPU juga sudah menghadirkan dua orang saksi dalam kasus ini yakni anak korban Eti binti Sofyan, dan menantu korban Fatma Binti Hanafiah.

Dalam keterangannya di hadapan Majelis Hakim, Cut Siti Rafisah (istri pelaku M Rizal) sempat curiga melihat suaminya mencuci baju yang dipenuhi darah di rumahnya Jumat (12/2/2021) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Kemudian pagi itu ia pergi ke tempat kerja menyapu halaman Polsek. Kemudian pulang ke rumah, kemudian pergi lagi ke tempat warga pesta.

"Sorenya saya pulang dia sudah tidak ada di rumah. Kemudian pada Rabunya (17/2/2021) dia sudah ditangkap terkait kasus pembunuhan ini," ungkap Cut Siti.

Sepengetahuan Anda apakah selama ini, antara pelaku (M Rizal) ada masalah dengan korban, tanya Hakim ?

"Tidak ada masalah," ungkap Cut.

Andika Keuchik Simpang Jernih, juga ikut bersaksi dalam kasus pembunuhan berencana ini.

"Saya mewakili masyarakat Simpang Jernih, berharap pelaku pembunuhan ini dihukum seadil-adilnya sesuai perbuatan yang mereka lakukan.

Dan kami mohon setelah divonis kedua pelaku ditempatkan di lapas di luar Aceh, kami khawatir dia lari dan mencelakai lagi warga kami.

Saat ini pasca mereka ditangkap kehidupan masyarakat sudah tentram," ungkap Andika.

Dalam keterangannya sebelumnya, Keuchik Andika, mengatakan pihaknya tak menduga jika pelaku pembunuhan terhadap ibu dan anak di Simpang Jernih, adalah Rabusah dan M Rizal Sitorus.

Saat itu, Jumat (12/2/2021) selesai shalat Jumat pelaku Rabusah duluan ditangkap Polsek Simpang Jernih, atas pengaduan masyarakat terkait kasus pengancaman (belum terungkap kasus pembunuhan).

Mengetahui Rabusah ditangkap, kemudian pelaku M Rizal melarikan diri ke Besitang, dan ditangkap kembali pada Rabu.

Setelah ditemukan dua jenazah (Fatimah, dan anaknya Nadatul Afra) pada Senin (15/2/2021), ungkap Keuchik, pihaknya mulai curiga dengan M Rizal yang tidak hadir.

Sedangkan biasanya dia hadir setiap warga ada acara.

"Waktu itu dia (M Rizal) gak hadir, apalagi kasus pembunuhan. Disitulah muncul kecurigaan kami terhadap M Rizal, hingga akhirnya dia ditangkap.

Sebenarnya dia (M Rizal) orang baik, tapi karena berteman dengan Rabusah sehingga dia ikut terlibat dalam pembunuhan itu," ungkap Keuchik.

Sedangkan pelaku Rabusah, ungkap Keuchik, memiliki sifat arogan, dan suka mengeluarkan pisau jika bermasalah dengan warga.

Bahkan dia sudah pernah menjalani hukuman penjara karena kasus penganiyaan terhadap warga.

"Pelaku Rabusah ini sering membuat keresahan bagi masyarakat. Tapi kini, setelah dia ditangkap, keadaan di desa aman dan tentram," ungkap Keuchik.

Apa permasalahan antara pelaku Rabusah dengan korban, tanyak Hakim?

"Setelah kami pelajari korban yang dibunuh (Fatimah dan anaknya Nadatul Afra) adalah orang baik, tidak bermasalah dengan siapapun.

Informasinya korban ada hutang dengan pelaku Rabusah tahun 2004, tapi hutang itu sudah dilunasi anaknya, tapi kenapa pelaku tega membunuh korban, kami juga heran," ungkap Keuchik.

Mendengar pernyataan saksi bahwa pelaku Rabusah sering buat keresahan bagi masyarakat.

Karena itu, majelis hakim, menyarankan kepada keuchik agar ke depan jika ada lagi oknum warga yang suka bersikap preman agar dilaporkan ke Polsek dan Polres, hingga kejadian serupa yang menimbulkan korban tidak terjadi lagi 

"Keuchik harus bertanggung jawab terhadap keamanan dan kenyamanan masyarakatnya," pinta majelis hakim. (**)





Sumber Artikel | Serambinews