Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kronologis Nelayan di Pereulak Aceh Timur Meninggal Dunia Disambar Petir

Foto istimewa


INFOACEHTIMUR.COM – Seorang nelayan di Aceh Timur meninggal dunia disambar petir saat hendak melanjutkan perjalanan mencari ikan.

Diketahui korban tersambar petir yakni Jamil (40) warga Dusun Selatan, Desa Seumatang Muda Itam, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

Mencari ikan di laut sudah menjadi hal terbiasa bagi nelayan untuk mencari rezeki sehari-hari.

Pada saat itu Jamil mencari ikan di laut bersama seorang adik nya yakni Nadir (24), Nadir merupakan adik kandung nya korban.

Kapolres Aceh Timur melalui Kapolsek Peureulak AKP Pidinal Limbong, Jum'at (4/6) mengatakan, peristiwa yang tidak terduga itu terjadi pada Kamis, 03 Juni 2021, sekira pukul 08:30 WIB.

“Pada saat itu, keduanya berangkat dari rumah sekira pukul 03.00 WIB, dan menempuh perjalanan selama dua jam dengan menggunakan perahu sampan. Saat itu cuaca pun dalam keadaan gerimis, mendung dan badai,” ungkap Kapolsek.

Menurut Kapolsek, Jamil dan Nadir merupakan adik kandung menempuh ke laut sekira pukul 03.00 WIB. Pada saat itu dalam keadaan hujan gerimis dan badai petir. Namun, mereka tetap melanjutkan perjalanan mencari ikan.

“Setelah menempuh perjalanan lebih kurang dua jam dan mencapai kurang lebih 12 mil dari daratan, korban bersama adiknya melepas jaring ikan. Sekira Pukul 08.00 WIB, keduanya mulai menarik jaring ikan, keadaan cuaca saat itu masih dalam kondisi gerimis yang disertai angin dan petir,” tandasnya.

Nadir selaku adik kandung korban menceritakan, kurang lebih 30 menit, pada saat itu sedang menarik jaring ke atas sampan, tiba-tiba terdengar suara petir yang sangat keras.

“Tanpa sepengetahuan saya, suara petir yang terdengar sangat keras tadi menyambar tubuh abang saya dan terjatuh ke laut. Saat itu abang saya sedang berada di bagian di atas sampan saat sedang menarik jaring ikan,” ungkap Nadir.

Menurut Nadir, petir menyambar tubuh Jamil selaku abang kandung Nadir yang sedang menarik jaring dan seketika Jamil terjatuh ke laut.

Dalam keadaan panik, pada saat itu saya melihat abang tidak sadarkan diri dan sampan dalam keadaan pecah pada bagian depan akibat sambaran petir, dan langsung menarik abang ke tepian,” pungkas Nadir.

Kapolsek mengatakan, pada pukul 10.45 WIB. Nadir tiba di tempat penyadaran perahu yang terletak di Dusun Selatan, untuk meminta pertolongan warga yang hendak melaut untuk segera membantu mengevakuasi abang Nadir yang saat itu masih dalam sadarkan diri.

“Setelah itu, Jamil langsung dibawa pulang ke rumahnya yang kemudian dibawa ke RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak,” ujar Kapolsek.

Hasil dari pemeriksaan oleh dokter piket IGD RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak, korban mengalami sejumlah luka akibat sambaran petir diantaranya. Luka pada leher bagian kanan, telinga bagian kanan dan bahu. 

“Setelah dilakukan pemeriksaan, selanjutnya korban dibawa pulang oleh keluarganya untuk dimakamkan di TPU Desa Seumatang Muda Itam, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur,” pungkas Kapolsek.(**)