Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

'Lahir' dari Seulawah RI-001, Garuda Indonesia Terancam 'Mati' Akibat 2 Perkara.

 

Infoacehtimur.com / Ekonomi - Bulan ini dikabarkan bahwa maskapai plat merah dikabarkan mengalami krisis keuangan. Krisis tersebut mengancam Garuda Indonesia harus gulung tikar karena utang yang menumpuk begitu banyak.

Tercata, Garuda yang tumbuh dari cikalbakal Seulawah RI-001 tersebut memiliki hutang Rp 70 triliun dan setiap bulannya terus meningkat Rp 1 triliun akibat keterlambatan pembayaran.

Bukan tanpa sebab, ada dua perkara yang membuat Garuda Indonesia digerogoti hutang.

Dua penyebab hutang tersebut diketahui setelah Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkannya dalam rapat kerja bersama DPR-RI.

Terlalu banyak jenis pesawat yang dikelola Garusa membuat biaya sewa pesawat menggelembung. Sebagai contoh, Sebagai contoh ada Boeing 737, Boeing 777, A330, A320, ada ATR, dan Bombardier, ungkap Wakil Menteri BUMN dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR pada Kamis, (03/6).

Efisiensi biaya sewa menjadi bermasalah karena banyaknya unit san jenis yang dikelola, ini merupakan penyebab pertama.

Selain jumlah biaya sewa, pengakuan status kewajiban sewa peaawat juga menjadi masalah baru yang makin mempersulit posisi Garuda Indonesia.

Sebagai informasi, sebelumnya kewajiban sewa pesawat dicatat sebagai biaya belanja operasional perusahaan namun ketentuan kewajiban tersebut kini berubah (di-pos-kan) sebagai hutang perusahaan.

Penyebab kedua, Garuda disebut mengalami kerugian dibanyak rute penerbangan (dalam/luar negeri).

Bisnis penerbangan dalam negeri mengalami kenaikan/keuntungan pada sebelum covid-19, namun sebaliknya penerbangan luar negeri mengalami kerugian.

"Nah ini memang penyakitnya yang lama,” ujar Kartika, menutup penuturan tentang pendapatan penerbangan domestik dan internasional.(/kuta)