Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

‘Perjalanan’ DAK Fisik Aceh Rp 2,3 Triliun masih ‘putus rante’ dan Terancam Hangus.

 

Infoacehtimur.com / Aceh - Setiap provinsi memperoleh dana dari pemerintah pusat pada tiap tahun. Transfer dana pusat bertujuan untuk memuluskan pemerataan pembangunan sesuai kebijakan yang mengatur desentralisasi daerah supaya tiap daerah mampu ‘hidup mandiri’ dimasa mendatang.

Provinsi Aceh dilanda Kabar ‘tak garang’ terkait kondiai keuangan Aceh. Dana Alokasi Khusus (DAK) Aceh tahun 2021 dialokasikan sejumlah Rp 2,53 triliun rupiah untuk dibagikan ke 23 kabupaten/kota di Aceh.

Dalam perjalanannya, sudah setengah tahun berjalannya tahun anggaran, Aceh baru ‘pakek’ DAK sejumlah 8 % (persen) atau Rp. 207,5 milyar sedangkan sisa Rp 2,3 triliun (2.300 milyar) masil belum terealisasi. Kenyataan itu diungkapkan oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Aceh, Syafriadi. Mengutip Serambinews, Ka.Kanwil DjPb Aceh dalam siaran persnya menyebut juamlah realisasi penyaluran DAK Fisik Aceh itu masih sangat minim.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Indonesia memberi batas pencairan Dana DAK Fisik hingga 21 juli 2021 dan jika proses pencairan tidak dilakukan hingga batas waktu tersebut maka uang triliunan rupiah itu akan dinyatakan HANGUS.

Mengutip Serambinews (27/6), Ka.Kanwil DjPb Aceh  menyatakah bahwa hingga saat ini saat ini baru 18 Kabupaten/Kota yang mengajukan penyalurannya ke 7 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dalam wilayah kerja Kanwil DJPb Provinsi Aceh sedangkan sisa 5 Kabupaten/Kota bahkan belum menyelesaikan pengajuan pencairan. Ia mengingatkan bagi kabupate/kota yang belum lekakukan proses pencairan DAK Fisik supaya dapat mempercepat proses tersebut mengingat pengerjaan fisik juga harus proses lelang dalam melaksanakan ‘pembangunan’ fisik.

Ka.Kanwil DJPb Provinsi Aceh, Syafriadi menyatakan secara langsung bahwa tujuan DAK Fisik adalah untuk mendanai kegiatan khusus fisik yang menjadi urusan Pemerintah Daerah sesuai prioritas nasional.

Realisasi Dana DAK juga sangat signifikan dalam memberi ‘efek ganda’ untuk kesejahteraan daerah terlebih kondisi daerah saat ini sedang ‘bonyok dibogem’ oleh pandemi. Jika pemerintah Aceh mampu mengoptimalkan penggunaan DAK/DAK Fisik maka hal itu dinilai sangat membantu ekonomi daerah untuk kembali bagun dari ‘hantaman’ virus.


“Jika dokumen syarat salur sudah lengkap dan benar, dana penyalurannya akan segera kami eksekusi pada kesempatan pertama, sesuai norma waktu penyelesaian yang telah ditetapkan, dan tanpa dikenakan biaya apapun”, Kata Ka.Kanwil DjPb Aceh, mengutip redaksi Serambinews.

Pernyataan Kata Ka.Kanwil DjPb Aceh menunjukkan bahwa DjPb Aceh tetap membantu percepatan penyaluran DAK Fisik Aceh. Perlu diketahui, setiap persiapan realisasi anggaran (dokumen dan lainnya) merupakan tanggung jawab masing-masing daerah maupun Kabupaten/Kota.(/kuta)