Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Terkait Kios Menutupi Jalur Rumah Warga di Keude Geureubak, YARA Aceh Timur Desak Muspika

Khatijah dan M Yakob, memperlihatkan kepada Ketua YARA Aceh Timur, Tgk Indra, bahwa depan rumah mereka telah dibangun kios di Desa Panton Rayeuk M, Keude Geureubak, Banda Alam, Aceh Timur, Senin (7/6/2021). SERAMBINEWS/SENI HENDRI.


INFOACEHTIMUR.COM – Tgk Indra Kusmeran SH, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Timur, mendesak Muspika Banda Alam, menertibkan kios yang didirikan di beram jalan.

Kondisi itu ditemukan di simpang tiga Keude Geureubak, pusat kecamatan Banda Alam, Aceh Timur.

Pasalnya, kios yang didirikan di beram jalan ini, telah menutupi jalan keluar masuk dua rumah warga yakni milik Khatijah (65) dan rumah milik M Yakob.

Saat Serambinews.com, datang ke rumah Khatijah bersama Ketua YARA Aceh Timur, masuk melalui jembatan masuk Koramil.

Lalu berjalan di pinggir saluran irigasi sekitar 20 meter menuju rumah Khatijah.

"Seperti inilah jalan masuk ke rumah saya masuk melalui jembatan Koramil lalu jalan dari tepi irigasi menuju ke rumah saya, " ungkap Khatijah di hadapan Tgk Indra Kusmeran SH, Ketua YARA Aceh Timur.

"Di depan rumah saya sudah didirikan kios di beram jalan yang seharusnya menjadi jalan keluar kami menuju jalan," tambahnya.

Kios yang dibangun di beram jalan itu, kata Khatijah, sudah berdiri sekitar tiga tahun, tapi daripada kios itu, jauh lebih lama rumahnya duluan dibangun.

"Sebelumnya akses kami keluar ke jalan melalui jembatan tetangga sebelah kiri rumah kami, tapi kini dia sudah bangun ruko, " tambahnya.

"Shingga kami tidak ada jalan keluar lagi," ujarnya,

"Sepmor pun kami masukkan ke rumah melalui pintu belakang melalui halaman Koramil," tambahnya lagi.

"Kalau Koramil sudah membangun pagar, maka kami tak ada jalan keluar lagi," ungkap Khatijah.

Selain Khatijah, ada satu lagi rumah warga yang akses keluar ke jalan tertutup kios yaitu rumah M Yakob.

Amatan Serambinews.com, di depan rumah Khatijah, dan M Yakob terdapat jaringan irigasi yang memang belum mereka bangun jembatan di atas irigasi.

Karena kalaupun dibangun jembatan tidak bisa keluar ke jalan karena tertutup kios.

Untuk diketahui, baik sebelah kiri maupun sebelah kanan rumah Khatijah, yaitu rumah milik M Yakob.

Tapi M Yakob telah membangun ruko di sebelah kiri rumah Khatijah.

Sehingga jalan yang digunakan Khatijah keluar sebelumnya sudah tertutup.

Untuk keluar ke jalan, Khatijah, melewati depan rumah M Yakob sebelah kanan, jalan di tepi irigasi dan keluar melalui jembatan Koramil menuju jalan, hal itu sudah berjalan 6 bulan.

"Harapan kami, kami memiliki akses jalan keluar langsung ke tepi jalan melalui depan rumah kami," harap Khatijah, didampingi M Yakob.

Hasil konfirmasi dengan warga di lapangan, ungkap Tgk Indra, kios yang dibangun di beram jalan yang menutupi depan rumah Khatijah, dan M Yakob, bahwa pemilik kios mengklaim memiliki surat desa atas lahan tersebut.

"Ini perlu ditelusuri oleh Muspika, apa alas hak pemilik kios itu sebenarnya sehingga dia berani membangun kios di beram jalan yang menutupi rumah warga," ungkap Tgk Indra.

"Kami menduga, lokasi dibangunnya kios itu (di beram jalan) adalah tanah negara," katanya.

"Sehingga ini perlu ditertibkan oleh Muspika, apalagi lokasi dibangunnya kios ini adalah pusat kecamatan," tambahnya.

Muliadi SSTP MAP, Camat Banda Alam, mengaku sudah menerima laporan terkait keluhan warga ini.

Karena itu, katanya, Selasa (8/6/2021), pihaknya bersama perangkat desa akan turun ke lapangan untuk mengecek kondisinya secara langsung.

"Rencananya besok kami (Muspika) bersama perangkat desa akan turun ke lapangan selain melihat kondisi di lapangan sekaligus mencari solusinya," ungkap Muliadi. (**)




Sumber Artikel | Serambinews