Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Vaksinasi: dari Sanksi hingga Efek Samping.


Infoacehtimur.com / Kesehatan - Presiden dalam melaksanakan perannya sebagai pemimpin negara, dalam hal penanggulangan Covid-19, telah melakukan beebagai upaya pencegahan terhadap pandemi yang melanda dunia. 


Terbaru, Joko Widodo menandatangani Perpres No. 14 Tahun 2021 sebagai Perubahan atas Perpres No. 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease. 


Sari sejumlah aturan, Perpres tersebut juga mengatur "perkara" sanksi, kompensasi, serta izin bagi badan usaha nasional dan asing untuk menyediakan vaksin Covid-19.

Khusus perihal sanksi, pihak yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin, dapat dikenakan sanksi administratif jika menolak divaksin, sanksi tersebut berupa: 


a. Penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial 

b. Penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan dan/atau 

c. Denda. 

Sumber: (tertera)

Dalam perkembangan pelakaanaan vaksinasi, dunia kesehatan tidak menafikan, bahwa vaksin memiliki efek samping yang variatif. Efek samping yang dirasakan dimulai dari tingkat ringan sampai tingkat sedang dalam jangka waktu yang pendek. Pula tak tertutup kemungkinan ada yang tidak memiliki efek samping. 


Melansir redaksi hse.ie, berikut efek samping yang mungkin akan dialami orang yang telah vaksinasi AstraZeneca: 


Efek samping langka

Terhitung langka berskala banding 1:1.000 orang yang akan mengalami efek samping kategori langka, dengan gejala sebagai berikut:

-Pusing

-Mengantuk

-Berkeringat

-Pembengkakan kelenjar getah bening

-Ruam 


Efek samping umum

Efek samping kategori umum ini dapat dirasakan setelah vaksinasi dosis pertama dan cenderung diderita oleh orang berusia 65 tahun ke atas. Setidaknya satu dari 10 orang akan mengalami hal berikut ini: 

-Merasa lelah

-Memar, nyeri, atau gatal pada lengan yang disuntik vaksin

-Sakit kepala

-Nyeri otot dan sendi

-Mual

-Demam dengan suhu 38 derajat celcius atau lebih

-Kemerahan atau bengkak pada lengan yang disuntik vaksin

-Diare

-Muntah

-Jumlah trombosit rendah namun tidak menimbulkan gejala apapun 


Efek samping sangat jarang terjadi

Kasus efek samping (kategori:jarang terjadi) ini seperti kasus pembekuan darah. Mengitup Tempo (09/6_21:43), kasus pembekuat darah akibat dari efek samping setelah vaksinasi juga pernah terjadi di Indonesia, namun hal tersebut merupakan efek samping yang sangat jarang terjadi. 

Mungkin satu dari 100.000 orang dapat mengalami pembekuan darah dengan trombosit rendah, bahkan satu dari lima orang ini mungkin akan mengalami kematian. 


Kebanyakan orang yang mendapat efek samping ini terjadi dalam waktu 14 hari setelah disuntik vaksin AstraZeneca.


Efek samping yang berkategori Jarang Terjadi ini memiliki gejala sebagai berikut: 

-Sesak napas

-Nyeri di dada dan perut

-Bengkak dan merasa dingin pada kaki

-Sakit kepala parah, bahkan kian memburuk, terutama pada tiga hari atau lebih setelah vaksinasi

-Penglihatan kabur

-Kejang

-Pendarahan terus menerus

-Terdapat memar kecil, bintik-bintik kemerahan atau keunguan


Apabila penerima vaksin dosis pertama memiliki gejala-gejala di atas, anda tetap perlu melakukan vaksinasi dosis kedua supaya perlindungan terhadap virus corona dapat optimal.(/kuta)