Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

4 Penambang Emas Tewas Dikawasan Hutan Lindung

 

Tambang Tradisional di Aceh/ foto iNews TV/Afsah


Infoacehtimur.com - Tambang tradisional di Aceh kembali merenggut korban jiwa. 4 orang penambang emas tradisional menjadi korban di Pidie tepatnya di kawasan Alue Rhek, Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang pada sabtu (11/07).


Empat orang di Pidie dilaporkan tewas akibat tertimbun tanah longsor saat melakukan penambangan emas dimana lokasi tambang berjarak sekitar 21 Km dari ibukota Kecamatan Geumpang.


Melansir Waspada, Korban tewas adalah Fauzi Puteh (40), Martunis (28), Alfian (20), dan Hasbi (40). Keempatnya merupakan warga Kecamatan Mane. Camat Mane Bukhari mengatakan tidak mengetahui secara pasti penyebab kematian keempat penambang tradisional tersebut namun menurut pengakuannya, wilayah kawasan tempat dilakukan pertambangan sedang dalam cuaca ekstrim.


Setelah proses evakuasi yang dilakukan oleh petugas keamanan dan para warga, jenazah sempat dibawa ke Puskesmas kemudian dipulangkan ke rumah duka masing-masing.

Meurut keterangan warga, sebelum tewas keempat warga Mane tersebut melakukan penggalian emas di dalam lubang bekas galian alat berat dan jasad mereka ditemukan pada lokasi berciri longsor.


"Di kawasan Alue Rhek dan sekitarnya banyak terdapat lubang bekas galian, termasuk lubang bekas galian peninggalan kolonial Belanda" tambah seorang warga mengutip redaksi Waspada (11/07).


Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Ir. Mahdinur MM menyatakan dukacita yang mendalam atas meninggalnya empat warga Kecamatan Mane, Pidie.

Mengutip Serambinews (13/07), Kadis ESDM Aceh menegaskan bahwa penambangan emas tanpa izin tersebut berada dalam kawasan hutan lindung. Artinya, kawasan yang sebetulnya terlarang melakukan aktivitas pertambangan.


Menurut Kadis ESDM Aceh Ir. Mahdinur MM, hingga saat ini terdapat satu perusahaan yang memiliki izin melakukan eksplorasi di kawasan tersebut, yakni kontrak karya (KK) atas nama PT Woyla Aceh Minerals yang diterbitkan oleh pemerintah pusat untuk komoditas emas.


Luas wilayah eksplorasi untuk perusahaan tersebut berkisar 24.000 hektare (ha) yang saat ini dalam status suspensi (penundaan kegiatan karena belum memperoleh Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan Lindung).