Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Surati Dirut BRI, Gubernur Aceh Minta Perpanjangan Layanan Agen BRILink


Infoacehtimur.com / Banda Aceh –
Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengirim surat permohonan perpanjangan layanan agen BRILink di Aceh. Surat bertanggal 1 Juli 2021 itu ditujukan kepada Direktur Utama PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero). Tbk di Jakarta.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad. MTA dalam keterangannya Kamis 1 Juli 2021, menyebutkan surat dengan nomor 580/11775 itu juga ditembusi kepada Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Aceh, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Dirut PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk, dan kepada Divisi CDS Kantor Pusat PT. BRI.


Dalam surat itu, Gubernur Nova menyebutkan sehubungan surat Paguyuban BRILink Seramoe Aceh Nomor 01-BRISERA/06/2021 tanggal 28 Juni 2021 perihal tersebut di atas, memberitahukan bahwa BRI akan melakukan penghentian layanan Agen BRILink di Aceh, dan mengharapkan agar layanan Agen BRILink di Aceh diperpanjang sampai Bank Syariah Indonesia siap.

“Berdasarkan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah, mengamanatkan bahwa lembaga keuangan di Aceh menyesuaikan operasionalnya paling lambat 4 Januari 2022,” ujar MTA melanjutkan bunyi surat gubernur.

Berkenaan hal tersebut, lanjut isi surat itu, dalam rangka mempertahankan inklusi keuangan dimasyarakat terutama pelaku usaha kecil, gubernur berharap layanan Agen BRILink di Aceh dapat diperpanjang hingga tanggal 31 Desember 2021 seraya menunggu penyiapan infrastruktur layanan sejenis Bank Syariah yang sedang berproses di Aceh.


Sebelumnya, sejumlah perwakilan dari asosiasi agen BriLink se-Aceh yang tergabung dalam BRISERA (BriLink Seuramoe Aceh), bertemu dengan beberapa anggota DPRA, salah satu diantaranya mereka menemui Iskandar Usman Al-Farlaky, anggota DPRA dari Fraksi PA, Senin 28 Juni 2021.

Mereka mengadu nasib agar aspirasi mereka terkait layanan Brilink bisa diperpanjang menyusul tersedia layanan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) mengingat jumlah agen Brilink saat ini sekitar 9.000 tersebar di seluruh Aceh.

Menyahuti hal itu, Al-Farlaky menyebutkan, keberadaan agen Brilink selama ini juga telah terbukti membantu warga dalam transaksi keuangan, terutama di kawasan pedalaman, serta mampu mendongkrat ekonomi masyarakat sebagai salah satu bentuk usaha UMKM.


Namun, kata lagi, keluhan mereka sehubungan dengan pemberlakuan Qanun LKS dan Surat Gubernur Aceh N0 550/3665 tanggal 26 Februari 2021 perihal izin perluasan izin fungsional BRI di Aceh, sangat dipahami baik untuk kelangsungan usaha para agen Brilink di pelosok Aceh.

“Jika langsung diberlakukan, maka operasional mereka terpaksa akan ditutup dengan batas waktu yang diberikan. Dalam hal ini, Kita mendukung aspirasi agen Brilink agar gubernur, BRI, dan OJK memperpanjang izin operasional Brilink di Aceh sampai Bank Syariah Indonesia BRI siap melakukan pelayanan yang sama,” pungkas Al-Farlaky.(*)