Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Amerika Dukung ‘Gereja Vatikan’ Abaikan Paten Pembuatan Vaksin, Eropa Bersikap Lain.

Infoacehtimur.com - Amerika Seraikat menyatakan dukungan pembebasan hak kekayaan intelektual (hak paten) terkait produksi vaksin. Amerika serikat sebelumnya sempat menolak pembebasan hak paten untuk produksi vaksin dengan berbagai alasan namun kemudian setelah pihak Gereja Vatikan turut meminta dukungan dari berbagai negara terkait hak paten vaksin, walhasil pemerintah Negri Paman Sam itu pun berbalik ikut mendukung permintaan Gereja Vatikan yang disuarakan oleh Paus Fransiskus.

Sebagai informasi, India dan Afrika selatan adalah negara yang pertama sekali mengajukan permintaan untuk mengabaikan kebijakan terkait hap paten vaksin covid-19. Permintaan tersebut diajukan kepada Organisasi Dagang Dunia (WTO) pada Oktober tahun lalu setelah India dan Afrika meminta 146 negara anggota WTO supaya tidak memberlakukan hak paten untuk vaksin Covid-19 dengan dalih agar dapat memperluas produksi vaksin oleh berbagai pihak/pengusaha.

Tahta Suci Roma yakni Gereja Vatikan melalui Paus Fransiskus adalah pihak pertama yang mendukung usulan pelonggaran hak paten produksi vaksin covid-19.

Menyikapi permintaan Vatikan tersebut,Pada mei 2021 Amerika Serikat melalui Perwakilan Dagang AS menyatakan ikut mendukung pelonggaran hak paten vaksin. Dukungan tersebut disampaikan secara tertulis oleh perwakilan perdagangan Amerika untuk Organisasi Dagang Dunia (WTO). Melansir MediaIndonesia.com, pelonggaran hak paten vaksin harus disetujui oleh konsensus di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), tetapi keputusan Joe Biden untuk mendukung hal tersebut dipastikan akan memiliki pengaruh yang kuat pada hasil keputusan perihal hak paten tersebut.

Baca Juga: Covid-19 : Paus Vatikan Minta Hak Paten Dibebaskan Supaya Produksi Vaksin Secara Universal Bisa Lancar.


Dukungan Amerika juga disambut baik oleh Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dia menyatakan sikap Amerika adalah contoh kuat dari seorang pimpinan negara dalam menangani tantangan kesehatan secara global.

"Saya memuji AS atas keputusan bersejarah untuk ekuitas vaksin ini, dengan memprioritaskan kesejahteraan semua orang di mana pun pada saat kritis," kata Kepala WHO, Tedros A. Ghebreyesus, mengutip redaksi MediaIndonesia.

Namun Uni Eropa dan Swiss masih menolak pengabaian hak paten vaksin covid-19. Pertemuan para menteri luar negeri G7 (eropa) di London gagal menyepakati posisi bersama tentang masalah pengaturan hak paten tersebut. Sebuah rencana aksi G7 menyerukan pendanaan yang lebih besar untuk skema distribusi yang dikelola PBB, Covax, dan untuk lisensi sukarela serta perjanjian transfer teknologi.(/kuta)