Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Bea Cukai Langsa Hari Ini Musnahkan Rokok Ilegal Senilai Rp1,6 Miliar


Infoacehtimur.com / Langsa —
Bea Cukai Langsa memusnahkan 1.080.200 batang rokok ilegal hasil penindakan kepabeanan dan cukai. Pemusnahan berlangsung di TPA Gampong Pondok Kemuning, Kecamatan Langsa Lama, Rabu (7/7/2021).

Jumlah itu setara dengan Rp1.698.089.000 dan total kerugian negara sebesar Rp1.023.221.299.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Langsa, Iwan Kurniawan, kepada acehtrend.com, Kamis (8/7/2021), mengatakan, rokok ilegal itu hasil penindakan dalam kegiatan operasi pasar dan patroli darat oleh Unit Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Langsa sepanjang bulan Januari hingga April 2021.


“Untuk, prosedur pemusnahan BMN tersebut dilakukan dengan cara dipotong kemudian dibakar guna untuk menghilangkan fungsi utamanya, lalu diakhiri dengan ditimbun menggunakakan tanah,” katanya.

Menurut Iwan, berdasarkan Pasal 66 ayat (1) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai menyebutkan bahwa barang kena cukai (BKC) dan barang lain yang berasal dari pelanggar tidak dikenal dikuasai negara dan berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Apabila dalam jangka waktu empat belas hari sejak dikuasai negara pelanggarnya tetap tidak diketahui, barang kena cukai dan barang lain tersebut maka ditetapkan sebagai barang milik negara (BMN).


Kemudian, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 178/PMK.04/2019 tentang Penyelesaian Terhadap Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai, Barang yang Dikuasai Negara, dan Barang Yang Menjadi Milik Negara, dalam hal barang dan/atau sarana pengangkut dicegah oleh pejabat Bea dan Cukai dapat langsung ditetapkan sebagai barang yang dikuasai negara (BDN) dan apabila dalam jangka waktu 30 hari sejak disimpan di tempat penimbunan pabean (TPP) atau tempat lain yang berfungsi sebagai TPP, barang dan/atau sarana pengangkut tersebut tidak dapat diselesaikan kewajiban pabeannya oleh pemiliknya maka atas BDN tersebut langsung dinyatakan menjadi BMN.

Bea Cukai Langsa berharap dengan pemusnahan BMN eks penindakan di bidang kepabeanan dan cukai ini, masyarakat dapat teredukasi serta menghindari untuk membeli, mengonsumsi, maupun memproduksi barang-barang ilegal.


Ke depannya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai khususnya Bea Cukai Langsa akan terus meningkatkan pengawasan dan penyuluhan kepada masyarakat. Pihaknya berharap dapat meningkatkan kerja sama yang baik dengan instansi penegak hukum lainnya.

“Kami sangat mengharapkan peran serta dari masyarakat dalam membantu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melaksanakan tugas dan fungsinya, baik dengan memberikan informasi-informasi terjadinya pelanggaran ketentuan, maupun meningkatkan kesadaran masyarakat untuk dapat mematuhi ketentuan di bidang kepabean dan cukai,” tutupnya.[]

Sumber : acehtrend.com