Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

BPKP Provinsi Aceh Kawal Ketat Pelaksanaan Proyek Peurelak-Lokop dan Batas Gayo Lues




INFOACEHTIMUR.COM – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyatakan akan mengawal ketat pelaksanaan proyek-proyek multi years Pemerintah Aceh. 

Terutama tiga segmen proyek peningkatan jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues.

Ketiga proyek tersebut masuk dalam antensi BPKP Perwakilan Aceh dan telah melawati proses pengawasan di awal-awal pemilihan penyedia pada 2020 lalu.

Di mana BPKP Perwakilan Aceh sudah lebih dulu melakukan probity audit terhadap 15 paket infrastruktur dengan skema multi years contract.

Probity Audit sendiri bertujuan untuk meyakinkan bahwa pengadaan barang dan jasa telah dilaksanakan sesuai dengan probity requirement yaitu mentaati prosedur pengadaan sesuai ketentuan, sesuai dengan prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa. 

Adapun hasil audit tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan oleh Pemerintah Daerah dalam rangka memperbaiki maupun pengendalian kegiatan pengadaan barang dan jasa agar lebih efisien, efektif, terbuka dan bersaing, transparan, adil/tidak diskriminatif, dan akuntabel.

Hasil audit, BPKP menemukan proses pemilihan penyedia sedikitnya pada empat paket yang perlu diatensi. 

Tiga di antaranya adalah paket peningkatan jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues segmen 1,2 dan 3 tersebut.

BPKP Perwakilan Aceh dan Inspektorat Aceh lantas melakukan audit lanjutan yakni audit forensik atas empat paket yang menjadi antensi tersbeut.

Di mana BPKP Perwakilan Aceh-Inspektorat menyimpulkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) perlu dikoreksi. Nilainya mencapai Rp 145 miliar.

Kepala BPKP Perwakilan Aceh Indra Khaira Jaya belum lama ini mengatakan, Pemerintah Aceh telah mengoreksi HPS dari masing-masing paket yang menjadi temuan BPKP-Inspektorat tersebut.

“Kita memang merekomendasikan dua opsi, satu dibatalkan, kemudian evaluasi dan dilelang ulang, dan opsi kedua, dievaluasi lalu dilanjutkan dengan pengawalan ketat,” kata Indra.

Adapun Dinas PUPR Aceh kini telah membatalkan pemenang lelang proyek peningkatan jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues Segmen 1, dan memutuskan untuk melelang ulang.

Sementara pada segmen 2, proyek telah berjalan sejak April 2021 lalu. Sedangkan segmen tiga, belum sepenuhnya jelas hingga saat ini.

Kuasa Pengguna Anggaran Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh Hasrizal Kurnia mengatakan masih mengkaji satu kali lagi terkait sebelum memutuskan untuk merealisasikan proyek pada segmen 3 tersebut.

Dia mengatakan, pengkajian tersebut merujuk pada rekomendasi BPKP Perwakilan Aceh yang selama ini melakukan pendampingan untuk memastikan proses pengadaan berjalan sesuai.

“Jadi pengkajian itu juga merujuk pada rekomendasi BPKP. Saat ini dokumennya masih di kantor gubernur,” katanya Senin, 26 Juli 2021 lalu.

Sementara Indra Khaira Jaya mengatakan, satu pertimbangan yang membuat BPKP merekomendasikan dapat dilanjutkan dengan pengawalan ketat adalah karena proyek tersebut bagian dari kebutuhan untuk pelayanan dasar masyarakat.

“Mengingat jalan tersebut sangat dibutuhkan oleh rakyat Aceh terutama masyarakat Aceh Timur dan Gayo Lues, jadi prinsipnya begitu, kita melihatnya secara komprehensif, maka rekomendasi kita itu di antaranya dapat dilanjutkan dengan pengawalan ketat, dan BPKP akan melakukan pengawalan tersebut,” katanya.***



(Artikel/Beritakini)