Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Dinamika 'Film Dono' Pelanggar PPKM Terkait Corona.

 

Satpol-PP angkut gerobak Tegal


Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diterapkan oleh pemerintah untuk upaya penanganan pandemi yakni dengan maksud pemutusan rantai penyebaran virus.


Pemerintah mulai menerapkan pembatasan aktivitas tersebut mulai tanggal 3 juli hingga 20 juli 2021 dan telah berlaku untuk wilayah Jawa-Bali. Selama aturan tersebut berlaku, kegiatan masyarakat terbatas mulai dari jumlah orang ditempat kegiatan hingga berlakunya batas jam kegiatan/aktivitas, seperti jam malam dan lainnya.


Aturan PPKM diserta pula dengan sanksi administratif, denda, hingga ancaman penjara. Dibeberapa daerah, penerapkan sanksi denda bagi yang melanggar PPKM dilakukan dengan ketat, seperti yang dilakukan di sejumlah wilayah di Jawa Barat.



1. Penjual bubur didenda Rp 5 juta

Endang (40) seorang tukang bubur terpaksa harus membayar denda karena pembeli bubur pada tempat ia berjualan "bersikeras" makan di tempat.


Mengutip Kompas.com, Endang berjualan bubur setuap hari pada pukul 17.00 sampai 06.00 WIB (subuh) dan saat itu (adiknya) Salwa (28), sedang melayani pembeli yang makan di tempat usahanya pada saat kedapatan oleh petugas razia tim Satgas Covid-19 pada Senin (5/7/2021) malam.


Padahal, menurut pengakuan sang adik, ia telah meminta para pembeli untuk tidak makan di tempat / dibawa pulang karena kawasan itu sedang pemberlakuan PPKM Darurat.



"Adik saya bilang (memberitahukan kepada) ke empat pembeli yang ngeyel dan memaksa untuk makan di tempat, (sekarang disini) sedang ada PPKM", ungkap Endang sipenjual bubir.


Namun petugas tetap mendakwa mereka melanggar aturan PPKM tersebut dan mensidangkannya ditempat secara virtual didepan Taman Kota Tasikmalaya oleh Pengadilan Negeri Tasikmalaya.


Penjual bubur tersebut divonis bersalah dan dengan putusan sanksi denda Rp 5 juta atau subsider 5 hari kurungan penjara.



"Saya mengakui. Tapi saya keberatan dengan aturan hukum itu karena dendanya sampai Rp 5 juta, tapi saya akan bayar ke Kejaksaan sesuai arahan dari Yang Mulia Pak Hakim saat sidang tadi," terang Endang.


2. Layanan Salon Kecantika Didenda Rp 3 Juta

Sebuah salon kecantikan di Bunderan Suci, Kabupaten Garut harus menghentikan sementara usahanya karena melanggar PPKM Darurat.


Salon tersebut melanggar batas jam buka, bahkan mengelabui petugas dengan menutup puntu masuk padahal didalam salon tersebut ia masih melayani pelanggannya.



Pemilik salon dikenakan hukuman denda Rp 3 juta atas tindakan pelanggaran aturan PPKM Darurat.


"Salon klinik kecantikan itu melanggar jam buka pada area penyekatan, dendanya Rp 3 juta," kata Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Sugeng Hariadi (06/7).


Terdakwa (pemilik salon) mengakui kesalahannya dan lebih memilih membayar denda Rp 3 juta, ketimbang hukuman kurungan.(/kuta)