Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Dinas Sosial Aceh Timur Kunjungi Janda Lima Anak, Beri Bantuan Dhuafa

KABID Rehabsos Dinas Sosial Aceh Timur, Iskandar

.

Infoacehtimur.com / Simpang Ulim - Meskipun pernah mendapat bantuan rehab dari Dana Desa (DD) Tahun 2019, namun rumah yang dihuni janda lima anak di Desa Bantayan, Simpang Ulim, Aceh Timur, dinilai masih belum layak huni.

Berpijak ke informasi yang diperoleh, Dinas Sosial bersama Baitul Mal Kabupaten Aceh Timur, langsung menuju ke rumah Salmiati. Hadir antara lain Kepala Dinas Sosial Aceh Timur, Ir. Elfiandi, Sp1, Camat Simpang Ulim, Kabid Rehabsos Dinas Sosial, Iskandar, TKSK Simpang Ulim, Amri, dan sejumlah petugas dari Baitul Mal.


Dalam kunjungan itu, Dinas Sosial ikut menyalurkan bantuan sembako, seperti beras dan juga ikut menyerahkan pakaian serta serta bantuan berupa uang tunai. “Mendapat informasi adanya janda lima anak menetap di rumah tidak layak huni, kita ke lokasi,” kata Kepala Dinas Sosial Aceh Timur, Elfiandi, kepada Waspada.id, Kamis (1/7).

Dia mengaku, rumah tersebut telah direhab dengan bantuan Dana Desa (DD) Tahun 2019, tetapi pengamatan di lapangan masih tergolong belum layak huni. “Oleh karenanya, kita sudah berkoordinasi dengan Baitul Mal, dan datanya juga sudah diambil untuk di usulkan dalam APBK,” kata Elfiandi, didampingi Kabid Rehabsos Iskandar.


Berdasarkan pengakuan Salmiati, anaknya yang usia 10 tahun bernama Mahdar, menjadi tulang punggung keluarga, padahal anak pertama itu hanya bekerja membantu usaha jual beli udang di gudang milik familinya di desa itu.

Selama ini, lima anak yatim bersama ibunya menghuni rumah tidak layak huni persis di pinggiran sungai. Kondisi rumahnya terbuat dari triplek dan beratap rumbia, bahkan lantainya masih berlantai tanah. “Saat diguyur hujan, lantai becek, karena atapnya bocor di mana-mana,” kata warga setempat.(*)