Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Gerak-gerik Pelaku Membuang Mayat Ridhwan ke Sungai Desa Jeungki



INFOACEHTIMUR.COM – Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro SH SIK MH, Minggu (25/7/2021) merilis pengungkapan kasus tindak pidana pembunuhan berencana dan perampokan toke butut (barang bekas), Ridhwan (53).

Korban Ridhwan tinggal di Dusun Satria, Gampong Sungai Pauh, Kecamatan Langsa Barat, berbatasan langsung dengan Gampong Meutia, Kecamatan Langsa Kota.

Petugas Sat Reskrim Polres Langsa juga menghadirkan langsung pelaku utama, ZW (25) beralamat di Dusun Rukun, Kampung Dalam, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang.

Pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban, Minggu (18/7/2021) malam di rumah Ridhwan, lalu dini hari itu juga membuang mayatnya ke Desa Jiengki, Kecamatan Pereulak Timur, Aceh Timur, yang akhirnya ditemukan warga, Selasa (20/7/2021).

Hadir pada konfrensi pers ini Kasat Reskrim, AKP Arief Sukmo Wibowo, SIK, yang langsung memimpin pengungkapan kasus pembunuhan berencana dan perampokan serta penangkapan pelaku tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya teka-teki jenazah diduga korban pembunuhan yang ditemukan di tepi sungai bawah jembatan Desa Jeungki, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur pada Rabu (21/7/2021) kemarin, mulai terkuak.

Korban diduga bernama Ridhwan, warga Gampong Meutia, Kecamatan Langsa Kota, yang kesehariannya bekerja sebagai pembeli barang bekas atau toke butut.  

Informasi yang dihimpun Serambinews.com menyebutkan, hasil alat sidik jari pada jempol mayat yang kini disemayamkan sementara di kamar jenazah RSUD Langsa, menunjukkan nama Ridhwan, beralamat di Gampong Meutia.

Salah seorang keluarga korban, Bg Jol yang dihubungi Serambinews.com, Kamis (22/7/2021) malam, mengatakan, pihaknya sudah mendapat kabar bahwa jenazah itu diduga adalah pakciknya, Ridhwan. 

Menurut Bg Jol, keluarga belum bisa memastikan atau membawa pulang jenazah diduga Ridhwan yang masih berada di RSUD Langsa karena masih dalam penyelidikan polisi.

"Malam ini, petugas kepolisian ramai di rumah Ridhwan. Kami keluarga belum mendapat kabar resmi apakah jenazah itu Pakcik Ridhwan," ujarnya.

Dibeberkan dia, Ridhwan selama ini tinggal seorang diri di rumah yang dijadikan tempat usaha pembelian barang butut.


Kabar terbaru, terang Bg Jol, Ridhwan dilaporkan selama antara 4-5 hari, sudah tidak ada di rumahnya tersebut. 

"Pakcik selama ini tinggal sendiri di rumahnya itu karena sudah pisah dengan istrinya. Kami perkirakan dia tidak pulang-pulang ke rumah antara 4 atau 5 hari," sebutnya. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, AKP Dwi Arys Purwoko yang dihubungi Serambinews.com, Kamis (22/7/2021) malam, mengatakan, sampai saat ini timnya masih bekerja di lapangan untuk mengungkap kasus itu.

"Hasil otopsinya baru kita peroleh, Rabu kemarin. Dan sampai saat ini tim masih bekerja di lapangan mengungkap kasus ini," ungkapnya kepada Serambinews.com.

Secara terpisah, Kapolsek Peureulak Timur, Iptu Mukhsin, SH mengatakan, hingga Kamis, posisi mayat masih berada di RSUD Kota Langsa.

"Nanti kami akan koordinasi dengan Polres terkait dengan pemakamannya," ungkap Iptu Mukhsin.

Sebelumnya dilaporkan, hasil otopsi tim dokter forensik RSUD Kota Langsa terhadap mayat laki-laki Mr X yang ditemukan dalam karung di tepi sungai bawah jembatan Desa Jeungki, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, Rabu (21/7/2021), hasilnya sudah keluar.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro, SIK, MH dalam keterangan yang diterima Serambinews.com mengatakan, saat proses otopsi mayat di RSUD Langsa, turut didampingi oleh Unit Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur.

Dari hasil otopsi, jelas Kapolres, pada mayat ditemukan sejumlah fakta, di antaranya kondisi mayat telah membusuk dan dalam keadaan terikat tali di bagian leher, tangan, serta kaki.

"Diduga korban dibunuh terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam karung," jelas Kapolres. 

"Kemudian jenazah diikat lalu dimasukkan ke dalam karung, selanjutnya diberi pemberat bertujuan agar korban tenggelam dan menghilangkan jejak. Perkiraan waktu kematian lebih dari satu minggu," bebernya.

Dari hasil otopsi juga ditemukan bekas tanda kekerasan di bagian tubuh korban. Salah satunya pada bagian punggung ditemukan dua bekas luka tusukan.

Selain itu, ungkap Kapolres, dari mayat itu diamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu lembar baju bertuliskan Homeland Pekanbaru of Melayu Riau.

Kemudian, satu buah kaos singlet warna putih merk Jovac, satu buah celana dalam merk Pastis, satu buah celana panjang merk Pergio berwarna hitam ukuran 28, satu buah ikat pinggang tanpa merk berwarna hitam, dan sebuah pisau tanpa gagang berbentuk rencong.

"Tidak ditemukan identitas pada tubuh korban. Diperkirakan korban berusia antara 30 sampai dengan 40 tahun, dengan tinggi badan 162 cm dan wajah mayat Mr X ini sulit untuk dikenali," sebut Kapolres. 

Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan tanda-tanda tersebut di atas, Kapolres meminta untuk berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Aceh Timur. 

Sebelumnya, Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro, SIK, MH melalui Kapolsek Peureulak Timur, Iptu Mukhsin, SH mengatakan, pihaknya menerima laporan dari Keuchik Desa Jeungki pada pukul 11.00 WIB, bahwa ada sebuah karung di tepi sungai tak jauh dari jembatan itu yang di dalamnya berisi mayat.(*)



(Artikel/Serambinews)