Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kepolisian Malaysia Daerah Ampang Jaya Grebek Tongkrongan Warga Aceh

Warga Malaysia mengibarkan bendera putih di rumah mereka sebagai tanda minta tolong karena kesulitan yang mereka hadapi menyusul pembelakuan lockdown berkepanjangan.



Infoacehtimur.com / Malaysia - Kepolisan Daerah Ampang Jaya menggerebek sebuah kedai pangkas rambut yang dijadikan sebegai tempat tongkrongan warga Aceh, Jumat (9/7/2021) malam.

Mereka diduga melanggar Perintah Kawalan Pergerakan Diperketatkan (PKPD) yang saat ini diberlakukan di Malaysia. Peristiwa itu terjadi di kawasan AU3, Taman Keramat, Ampang Jaya, Malaysia setelah kepolisian mendapat informasi dari warga sekitar pukul 10 malam.

Kepala Kepolisian Daerah Ampang Jaya, Asisten Komisioner Mohamad Farouk Eshak mengatakan, penduduk sekitar sering melihat beberapa orang keluar masuk di kedai pangkas rambut dan toko kelontong yang dijaga warga Aceh. Atas laporan penduduk tersebut, pihaknya kemudian menerjukan tim untuk melakukan pemeriksaa.


Dan benar saja, polisi menemukan sejumlah warga Aceh yang melanggar Perintah Kawalan Pergerakan Diperketatkan (PKPD). "Mereka ini sesuka hati melanggar aturan yang ditetapkan sedangkan masyarakat lain terutama penduduk setempat berusaha mematuhi PKPD yang ditetapkan demi menekan laju penularan Covid-19,” jelas Eshak.

"Kita tidak akan berkompromi dengan pihak manapun yang tidak mematuhi Arahan Majlis Keselamatan Negara (MKN)," katanya, dikutip dari Harian Metro, Sabtu (10/7/2021).

Lebih lanjut, Eshak mengatakan pada saat dilakukan penggerebekan, pihaknya menemukan sejumlah orang yang masih melakukan aktivitas. Mereka berkumpul dan memotong rambut, memiliki dan menyembunyikan rokok seludupan, serta tidak bisa menunjukkan dokumen sah.

"Pada mulanya warga Aceh ini mencoba mengelabui polisi dengan menyatakan bahwa kedai mereka dalam kawasan Kuala Lumpur,” kata Eshak. Baru setelah itu mereka tak berkutik setelah anggota polisi yang melakukan pemeriksaan itu dari Ibu Polis Daerah (IPD) Ampang Jaya, dibawah administasi Polisi Daerah Selangor.

"Bagi kami apa yang penting adalah masyarakat terutamanya dalam kawasan daerah Ampang Jaya, terus bersama-sama mematuhi aturan yang ditetapkan untuk menekan laju penularan Covid-19,” jelasnya.

Menurut Eshak, pemilik usaha dijatuhkan denda sebanyak RM 1.500 (Rp 5,1 juta) dan empat warga Aceh ditahan setelah tidak bisa menunjukkan dokumen sah. Ia juga menyambut baik setiap informasi dan pengaduan dari masyarakat atas setiap kegiatan yang melanggar aturan Perintah Kawalan Pergerakan Diperketatkan (PKPD).(ar)



(/Artikel/Serambinews)