Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kondisi Jianto Warga Julok Terkena Penyakit Kanker, Kondisinya Kini Sangat Memprihatinkan

Jianto (49) karyawan perusahaan BUMN, warga Desa Julok Rayeuk Utara, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur, kondisinya sangat memperihatin karena sakit kanker ganas di bagian tengkuk lehernya 



INFOACEHTIMUR.COM  – Jianto (49) karyawan perusahaan BUMN, warga Desa Julok Rayeuk Utara, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur, kondisinya sangat memperihatikan.

Karena sakit kanker ganas di bagian tengkuk lehernya.

"Kondisinya saat ini sangat memprihatikan. Kondisi kanker ganas di lehernya sudah membesar.

Dia tak berdaya lagi hanya bisa terbaring, kalau bangun harus dipapah istrinya," ungkap Ngadino tokoh masyarakat Desa Seuneubok Cina, Indra Makmu, Aceh Timur, kepada Serambinews.com, Sabtu (31/7/2021).

Sudah sekitar 4 bulan belakang ini, jelas Ngadino, penderita kanker ganas ini tinggal di rumah mertuanya di Desa Seuneubok Cina, kecamatan yang sama.

Sebelumnya dia bersama istrinya tinggal di perumahan perkebunan milik PTPN, di Desa Julok Rayeuk Utara, karena dia adalah karyawan di perusahaan itu.

Beberapa bulan terakhir ini, jelas Ngadino, mengutip keterangan istri pasien, kanker di bagian leher Jianto terus membesar.

"Awalnya dulu dipikir bisul. Tapi lama-kelamaan terus membesar," ungkap Ngadino mantan keuchik Seuneubok Cina mengutip keterangan istrinya.

Sesama manusia, ungkap Ngadino, sungguh ia tak sanggup melihat penderitaan yang dialami Jianto, dan pihak keluargapun telah pasrah dengan keadaan yang dialaminya.

"Karena itu sesama manusia kita ingin ikhtiar dan berbagi informasi tentang keluhan Jianto ini.

Semoga ada solusinya baik itu solusi pengobatan maupun bantuan untuk meringankan beban pasien," jelas Ngadino.

Pasien ini, jelas Ngadino, merupakan latar belakang keluarga kurang mampu, sejak sakit dia tak bekerja lagi.

Istrinya hanya seorang ibu rumah tangga, untuk biaya hidup sehari-hari pun pasien ini kesulitan.

"Semoga dengan berbagi informasi ini ada solusi untuk membantu pasien. Karena kondisinya sangat memperihatinkan," harap Ngadino.

Seraya menyebutkan, sebelumnya pasien juga sudah dibawa ke rumah sakit oleh pihak perusahaan, perangkat desa, dan Puskesmas, namun kanker ganas yang diderita pasien belum tertangani.***



(Artikel/Serambinews)