Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Lembaga KPK DPC Aceh Timur kini Diberhentikan Sementara


Infoacehtimur.com / Idi Rayeuk -
Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) DPC Aceh Timur, kini di berhentikan atau dinonaktifkan kegiatan untuk sementara waktu, dalam beberapa bulan ini.

Dedi Iskandar, Ketua L-KPK DPC mengatakan selain men nonaktifkan lembaga ia, juga menghentikan semua kegiatan atas nama kegiatan L-KPK khususnya di wilayah Kabupaten Aceh Timur.

“Untuk kegiatan L-KPK sementara waktu kita hentikan, atau kita nonaktifkan seluruh kegiatan yang di atas nama kan kegiatan L-KPK” ujar Dedi.


"Kita beritakan tentang hal ini agar tidak ada oknum tertentu yang mengaku atau mengatas-namakan LKPK,” lanjutnya.

“Adapun kita hentikan kegiatan LKPK hari ini karena Ketua DPW Aceh tidak konsisten dalam melanjutkan kasus yang telah kita temukan di Aceh Timur”. ujarnya.

Ia juga mengungkap kekecewaannya atas sikap Ketua L-KPK DPW Aceh, karena tidak konsisten dalam melanjutkan kasus yang selama ini telah di temukan oleh tim di Aceh Timur,” kata Dedi.

L-KPK yang telah terbentuk di Aceh Timur sejak Bulan 3 2020- sekarang, dimana organinasi ini dibiaya dari operasionalnya pribadi, yang mana pembentukan dasar lembaga ini dari keinginan bersama untuk memberantaskan korupsi yang ada di aceh dan khususnya wilayah aceh timur mulai tingkat kabupaten hingga pedesaan dalam mengawas uang negara.


Contoh kasus yang telah ditemukan namun tidak dilanjutkan, sperti. Bimtek yang pernah diadakan di kabupaten aceh timur beberapa waktu lalu di hotel royal idi rayeuk yang di anggap telah melanggar aturan covid 19 dan anggaran di yang di ambil dari dana desa hingga 20 juta yang hanya kegiatannya hanya 2 hari 2 malam dan sampai kini kasus itu belum di ketahui nasibnya bagiamana, pupuk subsidi, gas subsisdi dan kasus dana desa.

ada bebrapa kasus yang tidak dilanjutkan, Menurut hasil musyawarah kami di dpc aceh Timur, jika kami lanjutkan sama saja dengan membuang energi, waktu, dan materi krna setiap ada kasus yg kita temukan dan kita laporkan kan kepada ketua provinsi, ketua provinsi hanya menjawab dengan kata siap-siap saja tidak ada tindakan dalam melanjutkan temuan kami di dpc aceh Timur. 


Dan, saat kami minta arahan dan pembinaan agar kami lebih leluasa dalam menjalankan tugas ketua provinsi juga menjawab dengan siap2 saja tidak ada lanjutan cuma bisa mengatakan siap2 saja.

Setelah itu, bagaimana kita membesarkan lembaga di dpc aceh sedangkan di dpw aceh kantor saja tidak punya. 

Kami menaruh kekecewaan yg sangat mendalam kepada ketua lkpk provinsi Aceh yg menurut kami tidak layak dalam mengambil jabatan sebagai ketua lkpk dpw aceh.(*)