Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Meresmikan Rumah Gizi, Istri Gubernur Aceh Diminta Bangun MCK

Istri Gubernur Aceh Dyah Erti Idawati saat melauching rumah gizi Gampong, Jumat (16/7/2021).


INFOACEHTIMUR.COM – Istri Gubernur Aceh Dyah Erti Idawati diminta membangunkan satu unit MCK plus di lahan Meunasah di desa setempat. Hal tersebut disampaikan warga melalui Geuchik Meunasah Kulam saat Dyah melauching rumah gizi Gampong, Jumat (16/7/2021).

Geuchik Meunasah Kulam, Nasrullah mengatakan, pekarangan Meunasah belum memiliki MCK. 

"Ini yang masih sangat kekurangan di antaranya kami belum punya WC yang memadai, ini merupakan harapan dan impian kami warga kampung mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan," kata Nasrullah, Jumat (16/7/2021). 

Hal tersebut disampaikan pada saat kegiatan lauching Rumah Gizi Gampong (RGG) di Desa Meunasah Kulam, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Kamis 15 Juli 2021 kemarin.

Dalam sambutannya Geuchik Meunasah Kulam mengharapkan dukungan dari semua pihak terkait dalam pelaksanaan dan pemantapan kegiatan rumah gizi Gampong di kampung tersebut. Selain itu Geuchik setempat juga menyingung kondisi pembangunan masjid yang belum memiliki atap maka dia berharap ada nya bantuan dari istri gubernur Aceh tersebut. Apalagi selain ibu gubernur yang hadir hari ini juga hadir pimpinan

"Bu mungkin waktu ibu lewat dari Simpang empat menuju kemari ibu mungkin bisa menoleh ke kiri melihat satu masjid yang belum ada atap belum ada kubah, kami mohon dengan sangat pada ibu membantu pembangunannya," ucap Nasrullah.

Bahkan menurut Nasrullah di kawasan Desa Meunasah Kulam ini merupakan mayoritas sebagai pemilih Gubernur Aceh Nova Iriansyah di masa pemilu pada tahun lalu.

"Ini harapan dari pada empat desa 1.250 KK hampir 3.000 penduduk, saya bilang sama ibu agar menyampaikan kepada bapak gubernur mayoritas di sini memilih bapak Ggubernur bapak Noval," ucapnya.

Selain itu Nasrullah juga memaparkan tentang pontesi desa nya yang selama ini sudah berjalan, seperti ada nya kegiatan masyarakat yang melakukan pengemukan sapi sejumlah 20 ekor, yang kini telah habis terjual untuk kurban.(**)



(Artikel/iNewsAceh)