Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Napi di Aceh Ini Nekat Manfaatkan Ibunya Sebagai Kurir Narkoba

(Foto/Beritakini), ZU (tiga kiri) anak yang memanfaatkan ibunya untuk mengantarkan sabu ke lapas


INFOACEHTIMUR.COM – Petugas Lapas Kelas IIB Meulaboh menggagalkan penyeludupan narkoba jenis sabu.

Narkoba itu ditemukan di dalam barang titipan yang ditujukan untuk seorang narapidana yakni ZU di lapas tersebut.

Beratnya mencapai 3 gram, yang dimasukkan ke dalam botol minuman berisi air kelapa. 

Kalapas Kelas IIB Meulaboh Said Syahrul mengatakan, upaya penyeludupan itu terungkap pada Selasa sore, 27 Juli 2021 lalu.

Saat itu, seorang ibu rumah tangga yakni YUS mengantarkan makanan serta sebotol berisi air kelapa tersebut untuk dititipkan pada anaknya ZU.

Saat menerima barang itu, kata Said, petugas melakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan apapun, sehingga oleh petugas tidak menaruh curiga sedikit pun.

“Ibu itu pun sudah pulang, namun ketika petugas hendak mengantar barangnya, petugas tidak sengaja melihat ada yang retak pada tutup botol minuman tersebut, sehingga oleh petugas memutuskan kembali memeriksa barang tersebut.”

Ternyata benar, terdapat benda mencurigakan yang diselipkan di tutup botol tersebut.

“Petugas menemukan dua paket narkoba jenis sabu dan satu kertas yang digunakan untuk bungkusan sabu di dalam botol tersebut,” katanya.

“Selanjutnya ibu itu kita panggil lagi ke lapas untuk dimintai penjelasan.” 

Hasilnya, kata Said, YUS mengaku pesanan air kelapa itu diantarkan oleh teman ZU kepadanya yang kemudian meminta untuk diantarkan ke lapas. Namun dia tak mengetahui ternyata di dalam botol kemasan itu diselipkan narkoba.

"Jadi kawan si ZU ingin mengantarkan botol minuman kepada ZU sesuai dengan pesanan ZU, namun dia tidak memiliki KTP, sehingga botol itu dititipkan pada ibunya ZU yang hendak mengantar makanan kepada anaknya," ujarnya.

Setelah mengetahui informasi itu, ibunya juga tidak menaruh curiga pada teman anaknya itu, sehingga dengan rasa yang biasa saja ibu ZU membawa titip rekannya itu untuk diserahkan kepada anaknya.

Sementara ZU mengakui jika sabu tersebut merupakan pesanannya yang dititipkan lewat ibunya.

Sabu tersebut akan didistribusikan juga ke narapidana lainnya yakni RF dan AR.

"ZU dan dua kawannya dipanggil dan akhirnya mereka mengakui telah memesan barang haram tersebut, dengan alibi dititipkan kepada ibunya yang hendak mengantarkan makanan kepada ZU," ujarnya

Setelah penggalian informasi itu dirasa cukup, kata Said, YUS langsung dipersilahkan pulang, sementara ZU, RF, AR serta rekan ZU yang menitipkan barang itu saat ini telah diserahkan kepada pihak kepolisian.***



(Artikel/Beritakini)