Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur Larang Takbiran Keliling

Foto: Undercover gedung 
Bupati Aceh Timur



INFOACEHTIMUR.COM – Kegiatan takbiran keliling dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha, Senin (19/7/2021) malam dilarang untuk mengantisipai terjadinya kerumunan.

Hal ini mengingat, wabah pandemic Covid-19 sampai saat ini masih terjadi dan belum terkendali.

Ketentuan dilarangnya takbiran keliling itu, tertera dalam surat edaran Bupati Aceh Timur Nomor 440/7188 tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan shalat Hari Raya Idul Adha, dan pelaksanaan Qurban tahun 1442 hijriyah yang ditandatangani oleh Bupati Aceh Timur, H Hasballah bin HM Thaib SH, pada 12 Juli 2021.

Dalam surat edaran ini disebutkan, pada prinsipnya malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah dapat dilaksanakan di semua masjid maupun musala.

Dengan ketentuan, dilaksanakan secara terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Diterbitkannya surat edaran Bupati Aceh Timur ini, bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada umat Islam, dalam penyelenggaraan Shalat Hari Raya Idul Adha, dan pelaksanaan kurban tahun 1442 Hijriyah, di tengah pandemi Covid-19 yang belum terkendali.

Untuk mencegah, mengendalikan, dan memutus mata rantai penularan Covid-19, khususnya untuk melindungi masyarakat dari penularan wabah Covid-19.

Surat edaran yang mengatur tentang penerapan protokol kesehatan dalam melaksanakan shalat Hari Raya Idul Adha dan pelaksanaan kurban ini ditujukan kepada seluruh pimpinan OPD di Aceh Timur, kepala kantor dalam wilayah Aceh Timur, kepada pimpinan BUMN/BUMD, dan Perbankan, para camat, serta seluruh keuchik di Aceh Timur.

Selain mengatur tata cara pelaksanaan takbiran, surat edaran ini juga mengatur tentang tata cara pelaksanaan shalat Hari Raya Idul Adha dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Disebutkan, shalat Hari Raya Idul Adha, bisa dilaksanakan di masjid, musala, maupun di lapangan terbuka, dengan kehadiran jamaah maksimal 50 persen dari kapasitas tempat agar jamaah dapat menjaga jarak, semua jamaah wajib memakai masker, dan dicek suhu tubuhnya oleh panitia shalat Idul Adha untuk memastikan jamaah sehat.

Sedangkan jamaah lanjut usia, orang kurang sehat, dan baru sembuh dari sakit dilarang mengikuti shalat Hari Raya Idul Adha.

Tidak hanya jamaah wajib mematuhi Protkes, Khatib juga diharuskan pakai masker, dan menyampaikan khutbah Idul Adha paling lama 15 menit.

Setelah khutbah selesai, jamaah diharapkan kembali ke rumah masing-masing dengan tertib, dan menghindari berjabat tangan serta sentuhan fisik.

Terkait pelaksanaan pemotongan hewan kurban, panitia diharapkan juga agar menerapakan protokol kesehatan secara ketat.

Selain itu, panitia shalat Hari Raya Idul Adha dan panitia penyembelihan hewan kurban diharapkan juga untuk menyediakan perlengkapan protokol kesehatan, seperti hand sanitizer, pengukur suhu tubuh, sabun dan tempat cuci tangan.

Tgk Tarmizi Khatib Idul Adha

Untuk diketahui, bahwa khatib shalat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1442 Hijriyah atau pada Selasa 20 Juli 2021 Masehi, yang dipusatkan di Masjid Agung Darush Shalihin di Idi Rayeuk Aceh Timur, disampaikan oleh Tgk H Tarmizi (Waled Tarmizi) dari Kabupaten Pidie.

Sedangkan, imam shalat Idul Adha, yakni Tgk Ajhury.

Hal itu disampaikan oleh, M Ali Puteh, pengurus harian Masjid Agung Darush Shalihin kepada Serambinews.com, usai shalat Jumat.

“Shalat Idul Adha dimulai pukul 07.40 WIB. Para jamaah kita harapkan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak. Serta membawa perlengkapan shalat sendiri,” pinta M Ali Puteh.(**)



(Artikel/Serambinews)