Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Proyek Multi Years Lokop-Batas Gayo Lues Tak Kunjung Dikerjakan, Rijaluddin: Wajar Jika Masyarakat Jadi Suudzon

Proyek Multi Years Lokop-Batas Gayo Lues Tak Kunjung Dikerjakan, Rijaluddin: Wajar Jika Masyarakat Jadi Suudzon Anggota DPRA Rijaluddin




Infoacehtimur.com / Banda Aceh - Anggota DPRA Rijaluddin menilai wajar jika masyarakat berburuk sangka terhadap Pemerintah Aceh karena pembangunan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. 

Terutama masyarakat Lokop, Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Gayo Lues, yang harusnya bisa lebih cepat mendapatkan infrastruktur jalan yang representatif, jika saja pekerjaan tersebut tak ditunda-tunda.

“Jadi sangat wajar masyarakat suudzon kepada para pihak, terutama Dinas PUPR Aceh sebagai pemilik proyek, ada apa ini? Mengapa perkerjaan tak juga berjalan,” kata Rijaluddin, yang merupakan anggota DPRA dari Daerah Pemilihan 8 meliputi Aceh Tenggara-Gayo Lues ini, Sabtu (24/7/2021).


Terlebih Dinas PUPR Aceh tampak menerapkan perlakuan berbeda atas tiga segmen proyek peningkatan jalan yang masuk dalam skema tahun jamak atau multi years contract tersebut.

Di mana Segmen I yakni Peureulak-Lokop yang sempat dimenangkan PT Perapen Prima Mandiri, kini telah dibatalkan untuk ditender ulang. 


Masyarakat Peureulak pun harus mengurut dada untuk waktu yang belum bisa dipastikan. Kehadiran jalan yang telah lama diidam-idamkan, kembali harus tertunda.

Pada Segmen 3, hingga kini, Dinas PUPR Aceh belum juga memerintahkan rekanan untuk memulai pekerjaannya.

Masyarakat Lokop, Kabupaten Aceh Timur hingga ke batas Gayo Lues pun masih terus harap-harap cemas.


Namun beda halnya dengan proyek pada Segmen 2. Proyek yang dimenangkan PT Sumbersari Ciptamarga tampak lancar jaya.

Dinas PUPR Aceh mengikat kontrak senilai Rp 172,8 miliar dengan perusahaan asal Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu.

Mangkraknya realisasi proyek peningkatan jalan ini juga sempat dipertanyakan anggota Badan Anggaran DPRA Iskandar Usman Al-Farlaky saat rapat dengan Dinas PUPR Aceh baru-baru ini.


Di hadapan forum rapat, kala itu, Kepala Dinas PUPR Aceh Mawardi tak bisa memberikan jawaban kongkrit.

Dia mengaku akan melaporkan lebih dulu nasib kelanjutan proyek peningkatan jalan pada segmen 3 tersebut kepada gubernur Aceh.

Sementara menurut Iskandar, jawaban Mawardi tersebut dapat menimbulkan persepsi lain di masyarakat.


“Kepala Dinas PUPR Mawardi menjawab harus melapor terlebih dahulu pada gubernur, ada apa?  Itukan bisa menimbulkan asumsi yang bukan-bukan,” kata Iskandar.

Politisi Partai Aceh ini menegaskan agar realisasi proyek tersebut bisa segera dilakukan mengingat kini telah melewati semester I 2021.


“Seharusnya proyek itu selesai pada 2022 sebelum masa tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah berakhir,” katanya. Adapun masa jabatan Nova Iriansyah akan berakhir pada  awal Juli 2022 atau kurang dari setahun lagi.

“Jangan sampai karena tarik menarik, rakyat menjadi korban, apalagi jalan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Rakyat sudah bertahun-tahun mendambakan kehadiran jalan tersebut.” (*)

Artikel : BERITAKINI.CO / A. Putra