Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Proyek MYC Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues: Segmen 1 Ditender Ulang, Segmen 2 Sudah Kerja, Segmen 3 Digantung?

Penampakan salah satu titik jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues yang rusak parah.



Infoacehtimur.com / Banda Aceh - Rekanan pemenang tender proyek peningkatan jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues Segmen 3, tak kunjung bisa merealisasikan pekerjaannya. 

Kendati masyarakat di dua kabupaten tersebut terus menerus mendesak rekanan untuk segera membangun jalan yang didamba-dambakan tersebut.

Meski telah ditetapkan sebagai pemenang sejak Desember 2020 lalu, tapi Dinas PUPR Aceh tak kunjung menyerahkan kontrak kerja kepada rekanan. Kondisi ini pun telah memantik kecurigaan banyak kalangan. 


Terlebih, Dinas PUPR Aceh tegas memutuskan menender ulang Paket Peningkatan Jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues Segmen 1 dan memberikan kontrak kerja pada Paket Peningkatan Jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues Segmen 2.


Salah satu titik di rute Peureulak-Lokop Kabupaten Aceh Timur



"Ini ada apa? Mengapa Segmen I dan III belum dikerjakan sementara Segmen II sudah berjalan," kata anggota DPRA Rijaluddin, Sabtu (24/7/2021).

"Sementara lokasi pekerjaannya sama, waktu tendernya juga sama. Ini kan bisa menimbulkan pemikiran yang bukan-bukan dari masyarakat dan wajar mereka suudzon ataupun curiga kepada para pihak." 

Peningkatan Jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues sepanjang lebih dari 100 kilometer tersebut merupakan bagian dari proyek-proyek ambisius Pemerintah Aceh membuka keterisoliran antara wilayah. Skema pekerjaannya menganut sistem tahun jamak alias multi years contract.


Ditender pada Agustus 2020 lalu, para pemenang ditetapkan pada Desember 2020. Rekanan pemenang itu masing-masing, PT Perapen Prima Mandiri pada Paket Peningkatan Jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues Segmen 1 dengan nilai penawaran Rp 183,4 miliar lebih dari pagu Rp 201,9 miliar.

Kemudian PT Sumbersari Ciptamarga pada Paket Peningkatan Jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues Segmen 2 dengan nilai penawaran Rp 172,8 miliar dari pagu Rp 205,8 miliar lebih.


Lalu PT Wanita Mandiri Perkasa pada Paket Peningkatan Jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues Segmen 3 dengan nilai penawaran Rp 204,2 miliar dari pagu Rp 223,2 miliar.

Namun hingga melewati satu semester, Dinas PUPR Aceh tak juga memberikan lampu hijau pada rekanan, terutama segmen 3, agar bisa segera bekerja.

Jalan yang Sangat Didamba Masyarakat

Rijal mendesak pemerintah agar segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut, terutama segmen 1 dan 3.  


“Ini demi masyarakat  Aceh Timur dan Gayo Lues, yang memang sangat mendambakan kehadiran infrastruktur yang representatif tersebut,” katanya.

Dia meminta Dinas PUPR Aceh segera merampungkan semua persiapan proses tender ulang untuk segmen 1, dan segera bisa memerintahkan rekanan bekerja untuk segmen 3.

“Ini penting, mengingat sisa waktu yang semakin sempit, bagi masyarakat tidak ada urusan dengan siapapun perusahaan yang memenangkan tender pengerjaan paket jalan tersebut, bagi masyarakat yang penting jalan tersebut bisa dikerjakan hingga tuntas dan beraspal mulus, dapat dilalui dengan baik, sehingga lalu lintas barang dan jasa lainnya dapat berjalan dengan baik,” katanya. 


Fenomena yang kerap terjadi di rute Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues



Rijal mengatakan mengenal persis kondisi jalan di sana yang mengalami kerusakan cukup parah.  “Jalan itu sangat sentral, akses masyarakat maupun truk-truk untuk yang mengangkut hasil bumi baik yang ada di Lokop Aceh Timur, maupun yang ada di Gayo Lues,” kata adik Bupati Gayo Lues Muhammad Amru itu.

“Sayang sekali kita melihat truk k-truk yang mengangkut hasil bumi tersebut, semua tertatih-tatih melalui jalan tersebut karena kondisinya parah dan berlubang.” 


Begitu juga anak-anak yang berasal dari Kecamatan Pining, Gayo Lues, yang rata-rata bersekolah di Aceh Timur karena jarak tempuhnya lebih dekat. 

“Ini tentu juga sangat terganggu oleh kondisi jalan yang buruk, mengakibatkan mereka bisa telat masuk sekolah dan sebagainya,” kata Rijaluddin yang merupakan anggota DPRA dari Daerah Pemilihan 8 Aceh Tenggara- Gayo Lues ini.(*)

Artikel : Beritakini.co / A. Putra