Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Satreskrim Polres Langsa Ringkus Sindikat Curanmor Terbesar di Aceh

foto Istimewa


INFOACEHTIMUR.COM – Satreskrim Polres Langsa ungkap pelaku sindikat Curanmor terbesar di Aceh setelah mendapatkan informasi banyak warga yang kehilangan sepeda motor.

Ungkapan itu diadakan dalam Konferensi Pers di Mapolres Langsa, Rabu (7/7/2021). 

Ada enam pelaku Masing-masing tersangka yakni berinisial SG (33) Alias Kucing warga Gampong Paya Bili ll Kecamatan Birem Bayeun yang merupakan pelaku utama, RH (24) warga Seuneubok Lapang Kecamatan Peureulak Timur.

Sedangkan lainnya, ZA Alias ​​​​Nonon (33) warga Gampong Seuneubok Pase Kecamatan Sungai Raya, KA (21) warga Gampong Paya Biek, Kecamatan Peureulak Barat, Abd (28) Desa Pertik Kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues dan SB (27) warga Desa Pining Kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues.


Kapolres Langsa melalui Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmo Wibowo, Rabu (7/7) mengatakan, keenam pelaku tersebut diringkus di masing-masing kabupaten di Aceh.

TKP Pertama dilakukan pada hari Jum'at, 27 November 2020 di sebuah rumah yang beralamat di Dsn. Damai Indah Gp. Alue Dua Kec. Langsa Baro Kota Langsa. Barang bukti yaitu satu unit sepeda motor merk Honda Beat warna hitam dengan plat BL 4153 FV.

TKP Kedua dilaksanakan pada hari Jum'at, 05 Februari 2021 di sebuah rumah beralamat di Dsn. Cut Intan Gp. Alue Kumba Kec. Rantau Selamat Kab. Aceh Timur. Barang-bukti yaitu satu unit sepeda motor merk Honda Vario warna hitam Nopol BL 6482 DBA.

TKP Ketiga dilaksanakan pada hari Rabu, 20 Januari 2021 di sebuah rumah Dsn. Pendidikan Gp. Paya Bili Dua Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur, Barang-bukti yaitu satu unit sepeda motor merk Yamaha NMAX warna putih Nopol BL 5132 DAZ.


TKP Keempat dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Maret 2021 bertempat di kedai yang beralamat di Dsn. Makmur Gp. Paya Bili Dua Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur, Barang-bukti yaitu satu unit sepeda motor merk Honda CBR warna hitam dengan BL 4484 AU.

“Kelima dilakukan pada Kamis, 01 April 2021 bertempat di Dsn. Alue Nyamuk Gp. Matang Ara Jawa Kec. Minyak Payed Kab. Aceh Tamiang, dengan barang yang diambil pelaku berupa satu unit sepeda motor merk Honda Scoopy warna hitam dengan BL 4504 UAH,” ungkap Kasatreskrim.

Saat dilakukan TKP selanjutnya di Dsn. Makmur Desa Paya Bili Dua Kecamatan Birem Bayeun Kab. Aceh Timur, disitu berhasil diamankan berupa satu unit sepeda motor merk Honda Revo warna biru dengan plat BL 6459, satu unit HP merk Samsung J1 mini warna kuning, dan 1 (satu) unit HP merk XiaomiNote 2 warna hitam.

Dimana sebelumnya, SG (33) Alias Kucing warga Gampong Paya Bili ll, Kecamatan Birem Bayeun yang merupakan pelaku utama. 

Pada saat dilakukan penangkapan, pelaku utama yakni SG diringkus disebuah warnet di Kota Langsa yang kemudian disusul dengan penangkapan 5 orang pelaku lainnya yang berhasil diamankan petugas.


SG sebagai pelaku utama pada saat beraksi dengan modus merusak/mencongkel jendela rumah korban dengan menggunakan sebuah pahat.

“Tapi semuanya sudah berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Langsa setelah mendapatkan pelaku utama yakni SG,” tandas Kasat Reskrim.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni Yamaha Mio M3 warna hitam, Honda Beat warna magenta hitam Nopol BL 4031 DAE (Bukan Nopol sebenarnya), Honda Supra X 125 warna abu-abu, Honda Revo warna biru toska Tanpa Nopol.

Honda Vario wama hitam Nopol Belakang BL 6482 DBA, Honda Scoopy warna hitam Nopol BL 6331 NS (Bukan Nopol Sebenarnya), Honda Vario 125 warna hitam tanpa Nopol, Yamaha NMAX warna putih Nopol BL 4868 DBA (Bukan Nopol Sebenarnya), 

Honda CBR warna hitam tanpa Nopol, Honda Vario warna Putih tanpa Nopol dan dua lainnya.

Kemudian, HP Merk Xiaomi Redmi warna hitam, HP Merk Infinix warna biru, HP Merk Xiaomi warna hitam, HP Merk Samsung Lipat warna hitam dan uang tunai sejumlah Rp. 4.000.000.

Untuk tersangka SG Alias KUCING dijerat Pasal 363 Ayat 2 Subs Pasal 65 KUHPidana dengan ancaman penjara 9 tahun. Sedangkan pelaku lainnya RH, ZA Alias NONON, KA, HS dijerat Pasal 480 KUHPidana dengan ancaman penjara 4 tahun.

Selanjutnya Arief juga turut mengimbau kepada masyarakat Kota Langsa dan sekitarnya agar selalu waspada diluar maupun didalam rumah, untuk tidak lalai karena. Kita tidak tahu kapan pencuri ini beraksi.

“Untuk itu, selalu memastikan memiliki kunci cadangan untuk kendaraan beroda dua maupun beroda empat,” pungkas Kasatreskrim.(**)