Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Seekor Gajah Jantan di Aceh Timur Dilaporkan Mati Dengan Kondisi Tanpa Kepala, Diduga Dipotong




INFOACEHTIMUR.COM – Satu ekor gajah jantan dilaporkan mati dengan kondisi tanpa kepala, di kawasan perkebunan PT Bumi Flora, Afdeling V, Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur.

Informasi yang diperoleh Serambibews.com, gajah jantan mati tanpa kepala itu pertama kali dilihat oleh karyawan perusahaan PT Bumi Flora, atas nama Ayong (46).

Ia hendak pergi bekerja memanen sawit milik perusahaan tersebut, Minggu (11/7/2021).

Setiba di lokasi ia melihat ada gajah tanpa kepala yang diduga sudah dipotong di bagian lehernya oleh orang tak dikenal.

Melihat hal itu, karyawan perusahaan itu melaporkan temuannya ke Serda Prambudiono, Babinsa Koramil Banda Alam, terkait temuannya gajah jantan tanpa kepala.


Kemudian Serda Prambudiono langsung menuju ke lokasi melihat gajah mati tersebut dan untuk memastikan informasi yang ia peroleh dari masyarakat.

Setelah tiba di lokasi, ternyata benar Serda Prambudiono menemukan kondisi gajah telah mati tanpa kepala.

Dilihat dari kondisi gajah, kepala gajah tersebut diduga sengaja dipotong di bagian lehernya oleh pelaku yang belum teridentifikasi.

Pelaku diduga kesusahan mengambil gading gajah sehingga pelaku memotong leher gajah tersebut.

Diduga pelaku membawa kepala gajah itu dengan tujuan agar mudah mengambil gadingnya.

Kepala BKSDA Aceh, Agus Rianto, mengatakan saat ini tim dari BKSDA Aceh sedang melakukan olah TKP, dan nekropsi terhadap bangkai gajah tersebut. 

Anak Gajah Mati 

Seekor anak gajah betina mati mendadak di kawasan Conservation Respon Unit (CRU) Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, pada Rabu (30/6/2021) lalu.

Menurut informasi, anak gajah bernama Intan tersebut diduga mati akibat terinfeksi penyakit.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto S.Hut saat dikonfirmasi Serambi, Minggu (4/7/2021), membenarkan informasi tersebut.

"Kami menerima informasi dari Leader CRU Trumon bahwa anak gajah jinak bernama Intan Setia mati di kawasan koridor Trumon yang berjarak kurang lebih 600 meter dari CRU Trumon, Kabupaten Aceh Selatan," katanya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, lanjut Agus Arianto, Tim dokter hewan BKSDA Aceh dan dokter hewan PKSL-Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (FKH-USK) melakukan perjalanan ke CRU Trumon selama ± 12 jam untuk melakukan kegiatan nekropsi atau bedah bangkai. 


"Pada hari Kamis pagi, tanggal 1 Juli 2021 Tim dokter hewan BKSDA Aceh dan PKSL FKH-USK, CRU Trumon, anggota kepolisian Polsek Trumon melakukan olah TKP dan nekropsi atau bedah bangkai," ungkapnya.

Dari hasil olah TKP di sekitar lokasi, tambah Agus Arianto, tidak ditemukan adanya hal-hal atau barang-barang yang mencurigakan.

Berdasarkan hasil nekropsi yang dilakukan oleh tim dokter hewan BKSDA Aceh dan PKSL USK, diperoleh hasil bahwa tidak ditemukan adanya kekerasan terhadap anak gajah Intan Setia berumur 4 tahun itu. 

Anak gajah itu lahir di CRU Trumon dari induk bernama Siska dan ayah bernama Tuah.

"Tim medis menduga bahwa kematian anak gajah ini disebabkan oleh infeksi penyakit.

Namun guna mengetahui kepastian penyakit dan kemungkinan faktor lain penyebab kematian anak gajah tersebut.

Sampel bagian organ berupa lidah, hati, limpa, paru, ginjal, usus, lambung, dan feses akan dikirim ke laboratorium. Ini merupakan kabar yang menyedihkan bagi kita," pungkas Kepala BKSDA Aceh.(**)




(Artikel/Serambinews)