Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Sumbang Rp2 Trilliun, Pengusaha Ini Ternyata asal Kota Langsa




INFOACEHTIMUR.COM – Seorang pengusaha yang selama ini tidak dikenal namanya tiba-tiba membuat publik tercengang.

Bagaimana tidak, pengusaha itu memberikan bantuan yang fantastis untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan.

Pengusaha tersebut berasal dari keluarga Akidi Tio.

Keluarga pengusaha yang selama ini tidak begitu dikenal itu menghentak dengan memberikan bantuan sebesar Rp 2 triliun.

Dana sebesar itu disumbangkan untuk penanganan Covid-19 di Sumsel.

Keluarganya memberikan sumbangan sebesar Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel Mapolda Sumsel, Senin (26/7) siang.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengaku kaget sewaktu diberitahu nominal bantuan tersebut.

Sementara Gubernur Herman Deru merasa bangga atas kepedulian keluarga Akidi Tio.

Sosok pengusaha ini memang sangat misterius.

Jejak digital Akidi Tio tidak ditemukan di mesin pencarian Google.

Orang banyak bertanya, bagaimana kisah almarhum Akido Tio selama ini dan apa usahanya sehingga bisa memberikan sumbangan sangat besar.

Informasi disampaikan Gubernur Sumel Herman Deru kepada Kepala Newsroom Sripo-Tribun Weny Ramdiastuti, semalam, menyebutkan, bantuan tersebut diberikan kepada Irjen Eko Indra Heri sebagai pribadi, bukan dalam kapasitas dia sebagai Kapolda Sumsel.

Ceritanya, sewaktu Eko Indra masih perwira pertama betugas di Langsa, Aceh, pada 1990-an bertemu dengan seorang penjual es, Johan alias Ahok.

Johan ini Tionghoa Palembang menetap di kawasan Veteran.

Dia putranya Akidi Tio.

Pertemanan antara Eko dan Johan berlanjut, hubungan terjalin seperti saudara.

Sekitar 12 tahun lalu Akidi meninggal, kemudian Johan juga meninggal.

Hubungan dengan Eko sempat putus.

Seiring berjalan waktu keluarga Akidi menjadi orang kaya.

Akidi Tio mempercayai Prof dr Hardi Darmawan sebagai dokter keluarga selama 48 tahun.

Kepada Hardi keluarga Akidi mengungkapkan keinginan untuk memberi bantuan, tetapi tidak tahu bagaimana caranya. Kemudian digelarlah rapat keluarga.

Bantuan akan diberikan kepada orang yang dipercayai.

Orang itu adalah Irjen Pol Eko Indra Heri, yang sekarang menjabat Kapolda Sumsel.

Sebelumnya, pengusaha asal Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur bernama Akidi Tio, secara sukarela menyumbangkan uang sebesar 2 Triliun Rupiah, pada Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri, Senin (26/7/2021).

Bertempat di Gedung Rekonfu Mapolda Sumsel, uang sebesar 2 Triliun Rupiah, diberikan oleh Akidi Tio melalui dokter keluarganya, Prof dr Hardi Darmawan, yang mana uangvtersebut diperuntukan untuk membantu penanganan masalah Pandemi Covid-19 di Provinsi Sumsel.

Termasuk untuk memberikan bantuan pada masyarakat, yang terkena dampak PPKM yangbsaat ini sedang berlangsung.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, bahwa Akidi Tio merupkan salah satu keluarga yang dikenalnya baik saat masih bertugas di Aceh dulu.

“Dana tersebut diberikan oleh salah seorang keluarga yang saya kenal sewaktu masih tugas di Aceh. Da sekarang dia ingin membantu warga Sumsel yang terdampak Covid-19,” ujar Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri.

Menurutnya menerima dana sebesar 2 triliun merupakan amanah yang cukup berat, dan harus segera terlaksanakan.

Untuk itu Eko menegaskan apabila dana tersebut akan ia komunikasikan dengan semua pihak, agar dapat cepat tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penyerahan dana bantuan turut disaksikan langsung oleh Gubernur Sumsel, H Herman Deru, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt Kes dan Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji.

Dikesempatan yang sama Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan jika bantuan sebesar 2 triliun rupiah ini, merupakan hal yang luar biasa.

"Tentu bantuan ini sangat luar biasa sekali. Dapat kita gunakan untuk membantu penyelesaian masalah pandemi covid-19, khususnya di Provinsi Sumsel," ujar Deru, Senin (26/7/2021).

Terkait alokasi dana bantuan tersebut, Kapolda Sumsel mengatakan, nantinya akan dibentuk tim ahli yang akan mengalokasikan dana bantuan tersebut sesuai kebutuhan.

Kapolda menyebut dirinya hanya sebagai perantara dalam menyalurkan bantuan dari pihak keluarga ke pemprov sumsel.

Namun ia memastikan bantuan itu akan ditujukan untuk penanganan covid-19 termasuk masyarakat terdampak pandemi.

"Saya hanya makelar kebaikan saja. Terkait alokasi, nanti akan ada ahli-ahli yang lebih paham. Saya hanya membantu untuk menyampaikan seperti dengan gubernur, pangdam, dan steakholder terkait lainnya," ujarnya.

Menurut Kapolda, ada begitu banyak yang dibutuhkan oleh masyarakat di masa pandemi covid-19 ini.

"Seperti bagaimana masyarakat mencegah COVID-19. Banyak sekali faktor. Kemudian kalau sakitnya, apa yang bisa kita lakukan. Pemberian obat dan seterusnya, kemudian oksigen termasuk tenaga kesehatan dan orang-orang yang bekerja di sektor itu . Makanya nanti harus ada komunikasi dengan teman-teman ahli supaya bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran," tutupnya. (Shinta Dwi Anggraeni)



(Artikel/Tribunnews)