Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ada Bansos Baru Untuk Pedagang Kaki Lima dan Usaha Warung

 


Infoacehtimur.com / Nasional - Perpanjangan PPKM Level 4 pada bulan Agustus 2021 dibarengi dengan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) untuk pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK), Pedagang Kaki Lima (PKL), dan warung.



Program Bansos tersebut sedang dalam tahap penyelesaian terkait prosedur dan lainnya. Melansir redaksi Tempo.co (02/8), pemerintah berharap kolaborasi bantuan TNI dan Polri dapat memperlancara penyaluran bansos ini dengan target jumlah penerima bantuan sebanyak 1 juta orang pelaku usaha.



"Ini regulasinya sudah disiapkan," kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (02/8) mengutip redaksi Tempo.co.




Sebagai informasi, pemerintah memberlakukan PPKM sejak 3 Juli 2021 kemudian (pada hari ini) Presiden Jokowi resmi mengumumkan perpanjangan PPKM Level 4 sampai 9 Agustus 2021.



Perlu diketahui, Bansos yang diperuntukkan bagi Usaha Mikro Kecil (UMK), Pedagang Kaki Lima (PKL), dan warung terkait perpanjangan PPKM ini berbeda dengan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM). Memang, bantuan presiden (banpres) dengan bansos bagi UMK DAN PKL ini berjumlah sama yakni Rp 1.200.000 namun BPUM disalurkan bagi 12 juta pelaku usaha melalui Bank Himbara (BRI, MANDIRI, BNI, BTN) sedangkan bansos untuk UMK dan PKL disalurkan oleh TNI/POLRI.


Ketua Komite Penanganan Covid-19 belum bicara panjang lebar tentang teknis/mekanisme program ini. Ia juga belum menerangkan terkait pola penyaluran yang nantinya akan dilaksanakan oleh TNI dan Polri, menggunakan jasa transfer via bank atau langsung diberikan ke tangan penerima.



Ketua Komite Penanganan Covid-19 Airlangga Hartarto juga menyampaikan realisasi sejumlah program bansos hingga Juli 2021. Realisasi, Program Keluarga Harapan (PKH) Rp 5,15 triliun untuk 7,44 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kartu Sembako, Rp 9,4 triliun untuk 15,6 KPM. BLT Desa, Rp 1,48 triiun untuk 2,18 KPM.



Sementara, realisasi belanja anggaran pemulihan ekonomi nasional sudah mencapai Rp 305,5 triliun. Menurut Airlangga, realisasi ini sudah mencapai 41 persen dari pagu anggaran Rp 744,75 triliun.