Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Apakah Boleh Puasa 1 Muharram? Simak Hukum Puasa 1 Muharam, Puasa Awal Tahun dan Akhir Tahun

Ilustrasi 1 Muharram 1443 H.



Infoacehtimur.com / Lifestyle  - Benarkah puasa akhir tahun yang digabung dengan puasa 1 Muharram pahalanya seperti ibadah 50 tahun?

Ada juga yang mengatakan, amalan khusus 1 Muharrom adalah membaca Ayat Qursi.

Menjawab pertanyaan ini, Buya Yahya mengatakan, banyak riwayat-riwayat yang disusupkan kepada Islam, tapi banyak dipegang orang.

Termasuk tentang puasa awal tahun dan di akhir tahun akan diampuni.


"Ini jelas, bohong riwayat semacam itu," tegas Buya Yahya dalam satu ceramahnya.

"Wong, awal tahun dan akhir tahun itu ada pada zaman Sayyidina Umar bin Khattab ra. Bukan pada zaman Nabi SAW," katanya.

Buya Yahya menegaskan, yang mencetuskan awal tahun baru Islam adalah Khalifah Umar bin Khattab.

Menurut Buya Yahya, untuk amalan di bulan Muharram, cukup menggunakan hadits shahih yang berbunyi:

"Puasa yang paling bagus setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram," kata Buya Yahya.


"Ini sudah cukup. Nggak usah pakai riwayat-riwayat palsu. Riwayat-riwayat aneh," katanya.

"Kalau tadi masalah akhir tahun, awal tahun nggak dibenarkan," tegasnya.

Buya Yahya menyatakan, di antara bulan Muharrom ada satu hari yang sangat istimewa adalah 10 Muharram atau Asyura.

"Lebih hebat lagi kalau anda tambah (puasa) tanggal  9 Muharram," katanya.

Oleh karena itu perlu ditegaskan bahwa tidak ada anjuran khusus untuk puasa di tanggal 1 Muharram.

Lalu bagaimana hukum melaksanakan Puasa 1 Muharram?


Setiap orang jelas boleh melaksanakan puasa di tanggal 1Muharram.

Sebab Rasulullah SAW bersabda, Puasa yang paling afdhol setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yaitu Muharram.

Namun demikian, bukan berarti puasa yang dilakukan adalah puasa Muharram.

Berhubung pada 1 Muharram 1443 Hijriyah bertepatan dengan Senin 10 Agustus 2021, maka kita bisa melaksanakan puasa Senin Kamis.

Jadi melaksanakan puasa 1 Muharram baik dilaksanakan jika memang niatnya untuk melaksanakan sunnah Nabi SAW.

Bukan karena ada kekhususan puasa di tanggal 1 Muharram.


Ulama al Jazair, DR Muhammad Ali Farkus menegaskan, perlu diperhatikan bahwa selama bulan Muharram dianjurkan untuk memperbanyak puasa.

Namun demikian, tidak boleh mengkhususkan hari tertentu dengan puasa pada hari terakhir tutup tahun dalam rangka perpisahan dengan tahun hijriyah sebelumnya.

Atau puasa di hari pertama Muharram dalam rangka membuka tahun baru dengan puasa.

Orang yang mengkhususkan puasa pada hari terakhir tutup tahun, atau hari pertama tahun baru berarti mereka menggunakan hadits palsu.


Amalan Utama di Bulan Muharram

1. Memperbanyak Puasa Sunnah

Rasulullah SAW bersabda, Puasa yang paling afdhol setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yaitu Muharram (HR. Muslim).

Maksud puasa di sinilah adalah puasa secara mutlak, yaitu memperbanyak puasa sunnah.

2.  Puasa Asyuro

Puasa Asyuro adalah puasa pada tanggal 10 muharrom.

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda: Puasa Asyura menjadi penebus dosa setahun yang sudah lewat.



3. Puasa Tasu'a

Puasa Tasu'a adalah puasa pada hari kesembilan Muharram.

Dalilnya bisa dilihat dalam hadits dari Ibnu Abbas ra yang menceritakan bahwa Ketika Nabi SAW puasa Tasua dan memerintahkan sahabat untuk melaksanakannya, ada sahabat yang berkata:

Ya Rasulullah SAW, sesungguhnya Hari Asyura adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani.

Rasulullah SAW kemudian bersabda: "Tahun depan kita akan berpuasa di tanggal sembilan.

Namun belum sampai tahun depan Rasulullah SAW meninggal dunia.


4. Mengerjakan Amal Shalih

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, pada bulan haram, kita diajurkan memperbanyak amal Shalih.

"Kalau anda kerjakan amal Sholah, status pahalanya naik di bulan-bulan itu.

Jadi kalau sekarang anda Sholat, pahalanya bertambah. Kalau baca Quran, pahalanya bertambah.

Mumpung masih ada waktu ayo tingkatkan.

UAH memberikan caranya. Menurut UAH kalau ingin mengamalkan satu amalan dan banyak amalan lain mengikuti, amalannya adalah puasa.

Karena dengan puasa amalan lain akan ikut.

Kalau tidak puasa, jangankan solat sunnah, solat fardhu terlambat perasaan biasa.


Tapi kalau sedang puasa, ketinggalan sholat sunnah, anda bisa gelisah.

Begitu juga kalau sedang puasa, ada dorongan untuk membaca Al Quran dan berbuat amal Shalih lainnya.

Penulis: Nasaruddin
Sumber: Tribun Pontianak