Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Bayi Ibu Korban Pencabulan di Aceh Timur Diserahkan kepada Orang Tua Pengasuh dari Aceh Tamiang

Kepala Dinas Sosial Aceh Timur, Ir Elfiandi, Kepala DP3AKB Muslidar SH, menyerahkan bayi kepada calon orang tua asuh (COTA) asal Aceh Tamiang, Senin (16/8/2021)




Infoacehtimur.com / Idi Rayeuk - Kemudian memberikan hak-haknya sesuai harkat dan martabat si anak dengan tidak diskriminasi.

Usai bayi diserahkan kepada orang tua pengasuh, kemudian kepala UPTD Ayeum Mata, Wadi Fatimah, bersama dengan P2TP2A, Kabid Linjamsos Dinsos Aceh Timur, Saharani, Kasi Anak dan Lansia Asrianti SE, Sakti Peksos, ikut mengantarkan bayi tersebut sampai ke rumah orang tua pengasuh di Aceh Tamiang.

Setiba di rumah orang tua pengasuh ikut serta pihak Dinsos Aceh Tamiang, dan perangkat desa setempat menyambut kedatangan si bayi bersama orang yang tua yang akan mengadopsinya.


Korban Pencabulan

Kepala UPTD Ayeum Mata, Wadi Fatimah SH, mengatakan bayi tersebut dilahirkan dari seorang ibu yang memiliki keterbelakangan mental yang menjadi korban pencabulan oleh orang tak dikenal.

Dari pencabulan itu, korban hamil, namun karena kondisinya memiliki keterbelakangan mental sehingga ia tidak bisa memastikan siapa pelakunya.


Kemudian, tim dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), mengamankan korban untuk diberikan perlindungan agar tidak mengalami trauma dan dicemooh lingkungannya.

Kemudian korban dirujuk ke UPTD Ayeum Mata.

Karena kasus ini merupakan problem sosial kemasyarakatan, kata Wadi Fatimah, sehingga lintas sektor turun tangan untuk menangani dan menindaklanjutinya sampai korban bisa melahirkan secara Caesar di rumah sakit di Aceh Timur pada Senin 9 Agustus 2021 lalu.

 
Kemudian petugas sakti Peksos, melakukan verifikasi terhadap kelayakan calon orang tua asuh (COTA) si bayi asal Aceh Tamiang.

"Setelah diverifikasi, hasilnya diterima COTA tersebut untuk mengasuh di bayi itu dengan tetap dipantau selama 6 bulan ke depan," ungkap Wadi Fatimah.

Ibu angkat korban (ibu kandung bayi) juga setuju bayi tersebut diadopsi oleh orang tua yang tepat.

Mengingat kondisi ibu kandung korban tak berdaya mengasuh bayi ini. (*)

Penulis: Seni Hendri / Editor: Mursal Ismail / Sumber: Serambi Indonesia