Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Cek Mad di Panggil Jaksa, Terkait Proyek Strategis Nasional Waduk Krueng Keureuto, Ada Apa

Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib (Foto: Kompas.com)


Infoacehtimur.com / Aceh Utara - Tertundanya pekerjaan proyek strategis nasional Waduk Krueng Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh mulai mengundang perhatian jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara.

Itu sebabnya, aparat penegak hukum di sana, memanggil Bupati Utara Muhammad Thaib untuk diminta penjelasan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Utara Diah Ayu Hartati di Aceh Utara, Selasa (10/8/2021) mengaku. Pemanggilan tersebut dilakukan untuk membahas persoalan pembangunan Waduk Krueng Keureuto yang tertunda selama dua tahun akibat sengketa hak garap lahan masyarakat.


"Pembangunan Waduk Krueng Keureuto merupakan proyek strategis nasional. Proyek ini mangkrak sekitar dua tahun. Karena itu, permasalahan yang menghambat harus diselesaikan. Sebab itu, kami mengundang Bupati Aceh Utara memberi penjelasan serta membahasnya bersama," kata Diah Ayu Hartati.

Dari penjelasan Bupati, kata Diah Ayu Hartati, tertundanya pengerjaan proyek strategis nasional (PSN) Waduk Krueng Keureuto karena adanya persoalan ganti rugi hak garap lahan dan tanaman masyarakat.

"Hak ganti rugi belum diselesaikan karena terjadi sengketa batas wilayah dua desa. Kami meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Utara ikut menyelesaikan persoalan itu," ujar Diah.


Seperti diwartakan laman antaranews.com. Diah Ayu Hartati mengatakan, pihaknya akan terus mengawal pembangunan proyek Waduk Krueng Keureuto yang pembangunannya ditargetkan selesai pada 2023.

Sementara itu, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib tidak banyak berkomentar terkait sengketa lahan PSN Waduk Krueng Keureuto tersebut yang mengakibatkan pembangunan mangkrak dua tahun.

“Saya menghormati proses hukum dan proyek ini bukan milik saya, tetapi milik negara dan hasilnya untuk masyarakat," kata Bupati Aceh Utara yang akrab disapa Cek Mad.***

Penulis Muhammad Saleh / Sumber :  aceh.antaranews.com