Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Dua Kontainer Kopi Asal Aceh Bakal Diekspor ke Amerika

 
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki didampingi Plt Bupati Bener Meriah, Dailami, Sekda, Haili Yoga melihat langsung pengolahan kopi di Koperasi Wanita Gayo, Bener Meriah, Jumat (18/6/2021).



INFOACEHTIMUR.COM – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Ir Cut Huzaimah MP menyatakan Pemerintah Aceh ikut sebagai peserta Ekspor Kemerdekaan yang direncanakan Pemerintah Pusat secara serentak pada 14 Agustus 2021 dari berbagai daerah dalam rangka Peringatan HUT ke-76 RI.

“Untuk sementara ini, komoditi yang sudah kita siapkan untuk diekspor adalah kopi arabika dari Aceh Tengah sebanyak 2 konteiner atau sekitar 36 -40 ton, ke Amerika Serikat,” kata Cut Huzaimah didampingi Kabid Pengelolaan dan Pemasaran Distanbun Aceh, Ir Cut Regina kepada Serambinews.com, Senin (9/8) di Banda Aceh.

Cut Huzaimah mengatakan, ada tiga eksportir kopi yang dipersiapkan untuk mengikuti acara kegiatan Ekspor Komerdekaan tersebut.

Yaitu Koperasi Permata Gayo, dari Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah, Koperasi Kokawa Gayo dari Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah dan UD Tiara Global Coffee, dari Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah.

Di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, ungkap Cut Huzaimah, eksportir kopi cukup banyak. Pada 21 Juni 2021 lalu, Gubernur bersama Menteri Koperasi, Teten Masduki, sudah pernah melaksanakan pelepasan ekspor kopi arabika sebanyak 345,5 ton ke pasar Eropa, dari lokasi Kantor Baitul Qirad Koperasi Baburrayan, di Kabupaten Aceh Tengah.

Aceh Tengah memiliki ladang kopi arabika seluas 49.000 hektare. Jenis kopi yang dikembangkan, varietas Gayo I, Gayo 2 dan Ateng (Aceh Tengah).


Saat ini ada varietas super Ateng, yang baru dikembangkan. Karena areal lahan kopinya cukup luas, Kabupaten Aceh Tengah dikenal sebagai kota kopi. Di Aceh Tengah ada 19 ekportir kopi.

• Tindak Lanjuti Pemasaran Kopi Gayo, Sekda Temui Kepala Kantor DJKN dan Kepala Pajak Wilayah Aceh

Pada Nopember 2020 lalu, lanjut Cut Huzaimah, Koperasi di Aceh Tengah dan Bener Meriah, setelah negara-negara Eropa membuka pasar impor kopi kembali di masa pandemi covid 19, mereka mengekspor kopi sebanyak 10 konteiner ke pasar Eropa dan Amerika.

Ini artinya, dalam masa pandemi covid 19, kegiatan aktivitas perkebunan kopi masyarakat, di Aceh Tengah dan Bener Meriah maupun daerah lainnya, tetap dan terus berjalan.

Cuma saja pada saat Eropa dan Amerika, tahun lalu belum membuka pasar impor kopinya dampak dari pandemi covid 19, harga biji kopi di Aceh Tengah dan Bener Meriah sempat jatuh.

Sekarang ini, setelah ada kegiatan ekspor kopi berulang kali, ke pasar Eropa dan Amerika, harga biji kopi petani di Bener Meriah dan Aceh Tengah, sudah kembali normal.

Selain komoditi kopi, kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Cut Regina masih ada satu perusahaan eksportir lagi yang dipersiapkan, yaitu eksportir pinang dari Kota Langsa, PT Pinang Nusantara Abadi. Jumlah pinang yang mau diekspor sebanyak 39 ton ke Thailand.

Kadistanbun Aceh Cut Huzaimah dan Kabid Pengolahan dan Pemasaran Cut Regina mengatakan Gubernur sangat peka dengan acara-acara kegiatan ekspor maupun pameran komoditi perkebunan di tingkat nasional maupun luar negeri.

Setiap pada agenda seperti itu, kata Cut Huzaimah, gubernur langsung memberikan informasi tersebut kepada dinas teknis, untuk mempersiapkan peserta dan komoditi yang mau dipamerkan ataupun diekspor.

Contohnya informasi tentang Pemerintah Pusat akan menggelar acara kegiatan eskpor Kemerdekaan dalam rangka peringat HUT RI ke-76, akan melakukan pelepasan komoditi ekspor secara serentak dari berbgai daerah, Gubernur yang menerima informasi itu, langsung meneruskannya ke Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, serta dinas teknis lainnya.

Acara pelepasan kegiatan eskpor komoditi perkebunan ini, menurut Kadistanbun Aceh, Cut Huzaimah, sangat membantu petani perkebunan untuk memasarkan dan menaikkan harga jual komoditinya.

Hal ini terbukti, kata Cut Huzaimah, pada bulan Nopember 2020 lalu, ketika 10 eksportir kopi di Aceh Tengah, melakukan kegiatan ekspor kopi perdananya dalam masa pandemi covid 19 ke pasar Aropa dan Amerika, harga komoditi biji kopi yang sebelumnya ditingkat petani hanya berkisar Rp 20.000/Kg, merangkak naik menjadi Rp 25.000 – Rp 30.000/Kg.

Sekarang ini, harganya biji kopi yang sudah dikeringkan, berkisar antara Rp 35.000 – Rp 40.000/Kg.

Informasi ekspor komoditi perkebunan itu, kata Cut Huzaimah, memberikan dampak positif dan bisa mendorong harga beli komoditi perkebunan merangkak naik, secara bertahap.

Karena itu, setiap ada kegiatan ekspor komoditi perkebunan, baik ditingkat nasional maupun internasional, Gubernur meminta dinas teknis, yaitu Dinastabun, Disperindag, meresponnsya, apalagi dalam masa pandemi covid 19, dimana daya beli komoditi lokal di pasar lokal, cukup lemah.

“Untuk menggairahkan pasar komoditi lokal, salah satu caranya harus dengan mengekspor,” ujar Cut Huzaimah.***



(Artikel/Serambinews)