Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Habis Kesabaran, Mahasiswa Ambil Alih Ruang Rektor Unimal, Ada Apa?

Foto/Beritakini


Infoacehtimur.com / Aceh – Para mahasiswa Universitas Malikussaleh "mengambil alih" ruang rektor setelah kesabaran mereka habis menunggu respon kampus atas kebijakan inkonsistensi yang dinilai telah merugikan mahasiswa, Senin (30/8/2021).

Ratusan dari mereka sebelumnya menggelar unjuk rasa di depan gerbang Kampus Bukit Indah, Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, itu.

Lebih dari tiga jam mereka berorasi menyuarakan aspirasi dan kekecewaan mereka atas kebijakan kampus yang dalam waktu singkat bisa berubah-ubah.

Salah satunya terkait dengan pengubahan model pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) secara luring ke daring.

Di mana pengubahan model pelaksanaan PKKMB itu dinilai telah merugikan mahasiswa baru, baik secara energi maupun finansial.

Presiden Mahasiswa Unimal A Risky RM mengatakan, mahasiswa menerima surat pelaksanaan PKKMB secara luring pada 24 Agustus 2021 lalu yang mana dalam pengumuman itu dikatakan PKKMB dilaksanakan pada hari ini 30 Agustus 2021.

Namun pada 27 Agustus 2021, tiba-tiba pelaksanaan tersebut dibatalkan dengan alasan Lhokseumawe sedang berada dalam zona merah Covid-19 dan masuk level 4.

"Padahal mahasiswa baru sudah berada di sini semua, penundaan itu dilakukan secara mendadak dan tiba-tiba, sehingga merugikan mahasiswa baru dan seluruh panitia penyelenggara seperti BEM Universitas dan Fakultas," kata Rizky.

Selain itu, Risky juga membeberkan ketidakkonsistenan Rektor Unimal ihwal pelaksanaan wisuda mahasiswa.

"Dulu masalah wisuda juga begitu, pertama diumumkan dilaksanakan secara drive true, H-4 dibatalkan, padahal mahasiswa yang ingin wisuda juga sudah memboyong keluarganya ke sini semuanya, lebih miris yang sedang dalam perjalannya harus memutar balik kendaraan lantaran wisuda ditunda," ujarnya.

"Bayangkan saja jika yang ingin diwisuda kemarin anak dari orang-orang yang tidak mampu dan untuk melihat anaknya wisuda rela berhutang pada tetangga."

Mahasiswa pun mendesak rektor untuk datang menjelaskan dan menjawab aspirasi mereka tersebut. Namun setelah tiga jam mereka berorasi di depan gerbang Kampus Bukit Indah Unimal, Rektor Herman Fitra tidak hadir. 

Ratusan mahasiswa pun memutuskan untuk melakukan long march menuju gedung Rektorat Unimal dengan niat menjumpai rektor.

Namun sia-sia karena rektor dilaporkan tidak berada di tempat.

Tak berhenti disitu, mereka pun berbondong-bondong memasuki ruang kerja rektor dan bertahan di sana. Sebagian besar lainnya berada tepat di depan gedung Rektorat Unimal.

"Kini apabila rektor tidak datang kemari untuk menjumpai kita, maka kita tidak akan keluar dari ruangan ini," ujar Rizky RM dalam dilihat dari Live Instagram @bemunimal.



(Artikel/Beritakini)