Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ini Sebabnya, Jumlah Pengantin Menikah di Aceh Timur Menurun

Foto ilustrasi


INFOACEHTIMUR.COM – Jumlah pasangan calon pengantin (catin) yang menikah tahun 2021 ini menurun dibandingkan tahun 2020 menurun akibat pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh, Kepala Kankemenag Aceh Timur, H Salman SPd MAg, melalui Plh Kasi Binmas, Muhammad Mansyur SSos.i, MA, kepada Serambinews.com, Kamis (5/8/2021).

"Dibandingkan tahun 2020 lalu, tahun 2021 ini jumlah Pasangan Pengantin yang menikah jauh menurun," ungkap Plh Kasi Binmas, Muhammad Mansyur SSos.i, MA.

Menurunnya pasangan menikah tahun 2021 ini, karena berdasarkan Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, mewajibkan bagi calon pengantin wali dan saksi nikah untuk memiliki surat hasil pemeriksaan swab tes antigen dengan hasil negatif.

"Karena berdasarkan surat edaran Dirjen Binmas ini, yang mewajibkan calon pengantin harus memiliki surat hasil swab tes antigen dengan hasil negatif sebagai syarat untuk melangsungkan pernikahan, sehingga hal ini kami prediksi menyebabkan calon pengantin enggan untuk mengikutinya, sehingga menyebabkan jumlah catin yang menikah menurun," ungkap Mansyur.

Untuk diketahui, jelas Mansyur, tahun 2020 lalu, jumlah catin yang menikah sejak Januari sampai Desember mencapai 3.166 pasangan.

Sedangkan tahun 2021 ini sesuai data hingga Juli jumlah catin yang menikah mencapai 1.955 pasangan.

Salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya angka pasangan menikah tahun 2021, jelas Mansyur, karena dalam poin 2 Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, mewajibkan bagi calon pengantin wali dan saksi nikah untuk memiliki surat hasil swab tes antigen dengan hasil negatif.

"Syarat yang mewajibkan catin, wali, dan saksi nikah harus memiliki surat swab tes antigen dengan hasil negatit inilah faktor yang menyebabkan jumlah catin yang menikah turun di masa PPKM tahun ini," ungkap Mansyur.

Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tentang, pelaksanaan layanan nikah pada KUA kecamatan masa PPKM, ini jelas Mansyur, sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Aceh, dan Bupati Aceh Timur, yang mana dalam Surat edaran Bupati Aceh Timur, tentang penerapan protkes pada pelaksanaan akad nikah, juga mensyaratkan bagi pengantin, orang tua kedua kedua belah pihak, dan saksi memiliki surat swab tes antigen dengan hasil non reaktif.

Selain itu, membatasi tamu undangan atau rombongan pendamping paling banyak 30 orang.

"Surat Edaran Dirjen Binmas tentang, pelaksanaan layanan nikah pada KUA kecamatan masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ini, bertujuan untuk mencegah dan memberikan perlindungan dari penularan Covid-19," ungkap Mansyur.

Dalam poin empat SE Dirjen Binmas Islam itu, juga mensyaratkan dalam pelaksanaan pelayanan petugas KUA agar berkoordinasi dengan Satgas penanganan Covid-19 di masing-masing kecamatan untuk memastikan keamanan dan ketertiban pelaksanaan pelayanan.***



(Artikel/Serambinews)