Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kejadian Penyaluran ‘Amburadul’ Bansos BST

 

Penerima Bansos BST

 



Infoacehtimur.com / Ekonomi - Data penerima Bantuan Sosial (bansos) yang 'amburadul' dikabarkan mulai ditemukan dibeberapa daerah. Data penerima yang tidak sesuai membuat bantuan pemerintah tersebut jatuh ke tangan yang tidak berhak. Beberapa temuan menunjukkan bansos diterima oleh orang yang berpendapatan tetap sesuai Upah Minimum (UMK/UMR) bahkan ada pula penerima yang 'kelebihan' mendapat Bantuan Sosial Tunai (BST) hingga 2 kali.


Selain penerima yang tidak sesuai ketentuan berdasarkan pendapatan dan jatah, ada pula penerima BST yang terdata berstatus sebagai perangkat desa.


Kepala Desa yang mengetahui hal tersebut pun 'ikut-ikutan' terkejut karena pihaknya mengaku tidak pernah mendaftarkan perangkat desa sebagai penerima bansos BST namun pihaknya mengaku tidak mengambil Bansos BST tersebut dan akan disumbang ke warga yang lebih patut menerimanya. Kejadian bantuan semerawut tersebut merupakan kasus yang terjadi dan diketahui oleh Gubernur Jawa Tengah saat mengecek secara langsung proses pembagian BST di wilayah Kabupaten Grobogan pada hari selasa (03/8).




Melansir Viva.co.id, salah satu Kepala Desa (Kades) kawasan tersebut yang diketahui terdapat warga yang menerima bansos secara ‘dobel’ menyatakan bahwa data penerima bansos tersebut berasal dari pihak Kementerian Sosial, bukan dari pihak desa. Kades tersebut turut mengaku pihaknya selama ini belum melakukan perbaikan data namun terus menyisir penerima bansos tunai tersebut agar bantuan tepat asaran.

 

"Data dari Kementerian Sosial, kita tidak tahu apakah kesalahan data, salah tulis atau salah update. Tapi yang perangkat tadi tidak diambil. Nanti kita perbaiki, termasuk warga yang tadi masih bekerja di SPBU," katanya.


Gubernur Jawa Tengah mengaku telah mengirimkan surat ke Kementerian Sosial terkait data dan kondisi penyaluran bansos tunai yang ia temukan dilapangan. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta Menteri Sosial Tri Rismahani untuk mengoptimalkan proses Bantuas Sosial Tunai (BST) sembari menyebutkan pihaknya di daerah siap membantu proses pembersihan data penerima bantuan tersebut.