Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Laporan Kegiatan Grestrek Diduga Dimanipulasi, Yunan Laporkan Dispora ke Polda

Yunan Nasution


INFOACEHTIMUR.COM – Open Turnament Grestrek Pemerintah Provinsi Aceh tahun 2021 yang berlangsung di Gampong Gajah Mentah, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur pada 27-28 Maret 2021 lalu menuai polemik.

Pasalnya, kabar beredar kegiatan tersebut tidak memiliki izin keramaian dari Tim Gugus tugas Covid-19 Aceh Timur maupun pihak Kepolisian setempat. Namun, kegiatan itu tetap dapat dilaksanakan.

Meski demikian, masalah baru kini mencuat dikalangan internal Panitia Grestrek tersebut. Sebab, hasil jerih mereka kerja diterik matahari selama tiga hari tidak dibayar sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

Dipicu hal tersebut, sempat diberitakan beberapa waktu lalu akhirnya terkuak masalah yang lebih besar, diduga kuat pihak Dinas diduga ikut andil memuluskan aksi manipulasi laporan kegiatan tersebut demi meraup keuntungan yang besar.

Hal itu dibeberkan Yunan Nasution, salah satu Panitia Pelaksana kegiatan tersebut. ia menyampaikan bahwa, dugaan penyelewengan itu pasti dilakukan secara ‘Berjamaah’ antara pihak ketiga dengan Dispora Aceh.

“Bagaimana tidak, ketika melakukan pemeriksaan RAB, salah seorang yang mengaku orang dekatnya atau utusan Kepala Dinas menjalaskan, ada beberapa item pekerjaan tersebut adalah milik dinas, seperti panitia yang jumlahnya 30 orang, jatah Dinas 15 orang,” beber Yunan, kepada BisaApa.id pada Selasa (17/8).

“Kemudian biaya pembuatan laporan kegiatan juga milik dinas, biaya penginapan, milik dinas, Handy Talki (HT) juga milik dinas, dan ada beberapa item lagi yang milik dinas,” sambungnya

Yunan kembali menjelaskan, pengadaan Baju Panitia sebanyak 100 lembar. Namun, dilapangan pihak panitia hanya nenerima 50 lembar. Selain itu, pengadaan sepatu 50 pasang tidak dibeli sama sekali.

Lanjutnya, Handy Talki yang seharusnya dibeli. Namun, di sewa, dua unit sepeda motor sebagai hadiah utama hanha diberikan hanya satu unit. Bahkan, bil hotel juga diduga dipalsukan karna pihak dinas hanya 1 orang yang datang.

“Biaya publikasi media tidak diberikan karna tidak satupun Wartawan Aceh Timur yang di undang. Kami akan segera meminta dokumen-dokumen yang kami butuhkan untuk melengkapi bukti awal agar segera dapat kami laporkan kasus ini ke Polda Aceh.” Pungkas Yunan.


(Artikel/Zul/BisaApa)