Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Mualem: Tidak Lama Lagi Kita Dapat Keberhasilan

Ketua Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA) yang juga Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Muzakir Manaf alias Mualem



INFOACEHTIMUR.COM - Peringatan 16 tahun Perdamaian Aceh antara GAM dengan Republik Indonesia berlangsung sederhana di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2021).

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan 16 tahun Hari Damai Aceh tahun 2021 digelar secara sederhana di Gedung Serba Guna Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh pada Minggu (15/8/2021)

Dalam peringatan kali ini, Badan Reintegrasi Aceh (BRA) selaku penyelenggara kegiatan hanya melaksana upacara seremonial dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Muzakir Manaf alias Mualem sendiri tidak ikut hadir dalam acara peringatan damai yang dilaksanakan Pemerintah Aceh melalui BRA.

Dihubungi Serambinews.com, Mualem menyampaikan beberapa hal terkait momentum 16 tahun perdamaian Aceh antara RI dengan GAM.

Mantan Panglima GAM ini mengatakan, perdamaian Aceh yang telah terwujud 16 tahun lalu ini harus dijaga dan terus diperkuat.

"Tentu peringatan damai ini kita isi dengan hal-hal yang baik. Sudah pasti kita memperkuat damai, karena itu memang tujuan kita," kata Mualem.

Mualem sepakat agar semua masyarakat Aceh terus merawat damai ini. "Saya rasa ya begitu (harus terus menjaga damai)," katanya.

Namun, kata dia, Pemerintah Pusat juga harus segera menuntaskan semua butir-butir perjanjian yang telah disepakati pada 15 Agustus 2005 silam.

"Sebaliknya kita harapkan kepada pemerintah pusat, semua perjanjian MoU Helsinki dapat direalisasi secepat dan semudah mungkin," kata Mualem.

"Apa yang telah kita sepakati, sama-sama kita rampungkan supaya tidak ada curiga di antara kita. Bergandengan tangan kita menyelesaikan ini," sebut Mualem.

Pada momentum 16 tahun perdamaian ini, Mualem menegaskan, KPA bersama-sama tetap akan terus melanjutkan 'perjuangan' kepada Pemerintah Pusat terkait realisasi semua perjanjian.

"Semangatnya, kita tetap melanjutkan perjuangan terkait butir-butir perjanjian damai.

Insya Allah tidak lama lagi akan kita temui keberhasilan, dan insya Allah tetap kita godok antara Wali ke pemerintah pusat terkait perjanjian MoU helsinki antara kita dengan pusat," ujarnya.

Keberhasilan yang dimaksudkan Mualem di sini adalah terealisasinya semua butir perjanjian yang hingga kini terus dilobi kepada Pemerintah Pusat, baik melalui jalur parlemen maupun KPA.

Mualem sendiri mengaku selama ini kerap berkomunikasi dengan pihak Pemerintah Pusat terkait butir-butir yang belum terealisasi.

"Sering. Ya pada prinsipnya mereka setuju, tapi mungkin ada kendala yang dihadapi tapi kita akan usahakan lagi. Kita bentuk suatu tim untuk kita laksanakan antara Aceh dengan pusat," katanya.

Mualem juga tak menampik, selama ini ada realisasi yang dilakukan pemerintah, seperti penyediaan lahan yang mulai digarap di kabupaten/kota.

"Ya sedang, memang belum 100 persen. Yang dijanjikan perkebunan ini sedang kita garap dan sedang disediakan di semua kabupaten/kota," pungkas Mualem.***



(Artikel/Serambinews)