Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Persekutuan Jahat 1 Keluarga di Aceh, Aborsi Bayi Hasil Berzina

Satuan Reskrim Polres Sabang menyerahkan tujuh tersangka ke Kejari Sabang. Mereka terlibat dalam kasus penganiayaan anak di bawah umur dan kasus aborsi yang mengakibatkan bayi dalam kandungan berumur tujuh bulan meninggal dunia.


INFOACEHTIMUR.COM - Satuan Reskrim Polres Sabang menyerahkan tujuh tersangka ke Kejari Sabang.

Mereka terlibat dalam kasus penganiayaan anak di bawah umur dan kasus aborsi yang mengakibatkan bayi dalam kandungan berumur tujuh bulan meninggal dunia.

"Sebelumnya tersangka MR dan HYT sudah terlebih dahulu diamankan dan diserahkan ke Kejari Sabang, kemudian ini terdapat lima tersangka lagi yang kami serahkan ke Kejari," kata Kapolres Sabang melalui KBO Sat Reskrim Polres Sabang Aiptu Rizal Bahnur.

Aiptu Rizal Bahnur mengatakan, kasus tindak pidana penganiayaan anak di bawah umur yang mengakibatkan kematian tersebut terungkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP.A/08/V/RES.1.6./2021/ACEH/SPKT/RES.SBG, tanggal 21 Mei 2021.


"Modus kasus ini bermula akibat persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan oleh tersangka MR dengan merayu korban NO.

Tersangka MR berjanji siap bertanggung jawab apabila korban NO hamil, maka terjadi hubungan layaknya suami istri hingga akhirnya korban NO hamil," kata Aiptu Rizal Bahnur, Selasa (3/8/2021).

Lanjutnya, setelah kandungan NO berusia tujuh bulan.


Korban dan kedua orang tua dari masing-masing pihak memeriksa kehamilan NO kepada salah seorang bidan berinisial HYT.

HYT sudah terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka dan menjadi tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang, dan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sabang.

"Disinilah mulai terjadi tindak pidana kasus tersebut, dimana oknum bidan HYT menyampaikan bahwa apabila anak yang dikandungan NO lahir, maka bayinya akan lahir dalam keadaan cacat.

Sehingga, NO dan kedua orang tua masing-masing sepakat untuk menggugurkan kandungan NO," ungkapnya

Kemudian, setelah disepakati bersama antara tersangka MR, HYT dan korban NO, sekitar bulan Mei 2021 lalu.

Diberitahukan kepada orang tua masing-masing terkait rencana pengguguran bayi dikandungan korban NO yang sudah berumur tujuh bulan tersebut.

"Dalam proses pengguguran yang dilakukan tersangka HYT dan MR tersebut melibatkan kedua orang tua dan nenek korban NO serta kedua orang tua tersangka MR.

Hari ini dilimpahkan oleh Sat Reskrim Polres Sabang ke Kejari Sabang," terang KBO Sat Reskrim Aiptu Rizal Bahnur yang didampingi Kanit Opsnal Bripka Rahmat Saputra, Kanit PPA Bripka Adetia dan Kasiwas T. Arizal, SH di Mapolres Sabang.

Kini jumlah keseluruhan tersangka dalam kasus tersebut menjadi tujuh orang.

Masing-masing lima tersangka baru adalah SUT (47) ayah kandung tersangka MR (18), Safriati (42) ibu kandung tersangka MR, KAS (47) ayah dari korban NO, MUR (45) ibu dari korban NO dan NHB (71) nenek dari korban NO.

Tersangka akan dikenakan Pasal 80 Ayat (3) Jo UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 351 Ayat (3) KUHPidana, Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 Huruf e Jo Pasal 56 Ayat (1) Ke 1 Huruf e KUHPidana.

"Ancaman hukumannya yakni yang pertama sesuai Pasal 80 Ayat (3) UU RI No. 23 Tahun 2002 dengan Hukuman Panjara Paling Lama 15 Tahun dan Denda Paling Banyak Rp 3 Miliar.

Kedua yakni Pasal 351 Ayat (3) KUH Pidana dengan Hukuman Penjara Paling Lama 7 tahun penjara dan yang ke 3 Pasal 348 Ayat (1) KUH Pidana dengan Hukuman Penjara Paling Lama 5 tahun 6 bulan penjara," tambah Aiptu Rizal Bahnur.***



(Artikel/Serambinews)