Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Proyek Multiyears Segmen 3 Bakal Ditender Ulang oleh Dinas PUPR Aceh, Kado Pahit Untuk Masyarakat Aceh Timur

Penampakan salah satu titik pada rute Pereulak-lokop batas Gayo Lues


INFOACEHTIMUR.COM – Dinas PUPR Aceh telah merencanakan untuk menender ulang proyek Peningkatan Jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues Segmen 3, di mana kebijakan yang sama sudah lebih dulu diambil untuk segmen 1.

Ini artinya, dari tiga segmen Peningkatan Jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues, hanya segmen 2 yang kini telah berjalan. 

Proyek itu dikerjakan oleh PT Sumbersari Ciptamarga dengan nilai kontrak Rp 172,8 miliar.

Sementara PT Perapen Prima Mandiri yang sebelumnya dipilih oleh Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Aceh sebagai pemenang lelang proyek segmen 1 dengan nilai penawaran Rp 183,4 miliar, sudah lebih dulu dibatalkan. 

Dinas PUPR Aceh merencanakan menender ulang paket tersebut dan kini diakui sedang dalam tahap penyiapan dokumen lelang.

Hal ini terungkap dari jawaban Pemerintah Aceh kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRA dalam rapat lanjutan yang berlangsung, Rabu malam, 4 Agustus 2021.

Anggota Banggar DPRA Abdurrahman Ahmad mengungkapkan, rekomendasi untuk melakukan tender ulang proyek segmen 3 tersebut dikeluarkan oleh tim yang dibentuk gubernur Aceh yang menindaklanjuti telaah staf dari kepala Dinas PUPR Aceh.

“Jadi kepala Dinas PUPR Aceh mengeluarkan telaah staf terhadap proyek segmen 3 tersebut, kemudian dipelajari oleh tim yang dibentuk gubernur dan hasilnya direkomendasikan untuk ditender ulang,” katanya, Kamis (5/8/2021).

Pemerintah Aceh mengaku mengambil kebijakan tersebut sebagai langkah aman secara hukum lantaran menurut Pemerintah Aceh dua pemenang yang dipilih oleh Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Aceh tersebut tak mencukupi persyaratan hukum.

Sementara Abdurrahaman Ahmad mempertanyakan dasar regulasi yang digunakan untuk menender ulang dua paket dengan skema tahun jamak tersebut.

Abdurrahaman Ahmad yang juga Wakil Ketua Pansus Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) DPRA Abdurrahman Ahmad mengungkapkan bahwa MoU antara Pemerintah Aceh dan DPRA memuat komitmen dari dua belah pihak untuk mengalokasikan anggaran selama tiga tahun sejak 2020-2022.

"Sementara saat ini sudah tahun 2021, lalu segmen 1 dan 3 mau ditender ulang. Maka banyak pertanyaan yang akan muncul," kata Abdurrahman Ahmad, Rabu (4/8/2021).

"Katakan lah ditender ulang, apakah masih tetap menggunakan pagu Rp 200 miliar lebih itu? Sementara waktu pengerjaan yang tersisa hanya 1,5 tahun saja (hingga akhir 2022), sedangkan pagu tersebut direncanakan untuk tiga tahun pengerjaan."

Menurut Abdurrahman, rata-rata realisasi pengerjaan kontruksi jalan per bulan hanya Rp 5 miliar jika dikonversi ke anggaran.

"Jadi sebulan itu paling mampu diserap Rp 5 miliar, itu sudah pendapat ahli kontruksi," katanya.

"Jadi kerja tiga tahun itu tidak mungkin kita paksakan satu tahun, itu tidak mungkin."

Seperti diketahui, jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues merupakan kebutuhan masyarakat yang telah diidam-idamkan sejak lama. Bahkan warga di seputaran segmen 1 dan 3 proyek tersebut, rela memberikan tanahnya supaya jalan bisa segera terealisasi.

Selain itu, pembangunan jalan tersebut juga merupakan janji politik Pemerintahan Irwandi-Nova.

Dengan kebijakan melakukan tender ulang, maka dapat dipastikan masyarakat di sana kembali harus mengurut dada karena berpotensi tak bisa mengecap manisnya pembangunan yang diharapkan itu, setidaknya pada tahun ini.

Ketua DPRK Aceh Timur Tgk Muhammad Daud pun menilai hal itu bisa menjadi kado pahit bagi masyarakat pedalaman Aceh Timur.

"Tentu masyarakat akan sangat kecewa sekali, seharusnya ini menjadi kado terindah dalam rangka HUT RI bagi warga pedalaman untuk minikmati kemerdekaan yang hakiki," katanya.***




(Artikel/Beritakini)