Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Sebelumnya diberitakan, Polda Sum Sel menetapkan Heriyanti sebagai tersangka terkait penyebaran berita bohong atas uang Rp 2 triliun


Infoacehtimur.com / Nasional - 
Dokter keluarga Akidi Tio, Prof. dr Hardi Darmawan dicecar pertanyaan bertubi-tubi dan kasar dari wartawan. Polda Sumsel ralat pernyataan anak Akidi Tio sebagai tersangka, uang masih proses pencairan

Sebelumnya diberitakan, Polda Sumatera Selatan menetapkan Heriyanti, anak bungsu almarhum Akidi Tio, sebagai tersangka, Senin (2/8/2021) terkait penyebaran berita bohong atas uang Rp 2 triliun yang akan disumbangkan keluarga Akidi. Penyebabnya, sudah 7 hari berlalu namun uang yang dijanjikan belum diserahkan


Diketahui, sumbangan secara simbolis diserahkan keluarga Akidi pada Senin (26/7/2021) di Mapolda Sumatera Selatan. Acara itu dihadiri Kapolda dan Gubernur Sumsel

"Kita setengah jam lalu melakukan penegakan hukum terkait komitmen bantuan penanganan C0VID-19 kepada Kapolda Sumsel. Saat ini tersangka inisial H (Heriyanti) sudah diamankan dari Bank Mandiri dibawa ke Mapolda Sumsel," kata Direktur Intelkam Polda Sumatera Selatan Kombes Ratno Kuncuro saat menggelar pers rilis bersama Gubernur Sumsel Herman Deru, Senin


"Kapolda sebelumnya membentuk tim. Tim pertama menyelidiki kebenaran asal-usul komitmen itu (bantuan), tim kedua soal penanganan uang karena jumlah banyak. Hasilnya ternyata ada penipuan," ujarnya

Namun beberapa saat kemudian, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, meralat pernyataan unsur penipuan uang Rp 2 triliun yang disampaikan oleh Direktur Intel dan Keamanan Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro


Ia juga meluruskan status tersangka anak bungsu mendiang Akidi Tio bernama Heriyanti. Menurut Supriadi, pernyataan status tersangka adalah tidak mendasar dan tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan hari ini. Bahkan Supriadi menegaskan jika pihaknya belum menemukan ada indikasi penipuan

Polda menyebut uang masih di giro Bank Mandiri. Heriyanti hanya dipanggil sebagai pihak yg akan memberi sumbangan dana hibah. Dirinya belum ditetapkan sebagai tersangka terkait hal ini. Bahkan Supriadi menyebutkan jika pihaknya memastikan uang senilai Rp 2 triliun sudah ada

"Ada hal teknis yang harus diselesaikan. Uangnya ada di giro Bank Mandiri. Makanya status Heriyanti masih dalam pemeriksaan," ungkap dia

(Kompas)