Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Selebgram CutBul Tetap Lanjut Meski Sudah Berdamai



INFOACEHTIMUR.COM - Penyidik Satlantas Polresta Banda Aceh telah melimpahkan perkara kasus yang melibatkan Selebgram Aceh, Cut Wahyuni Rosita alias Cut Bul ke Kejaksaan Negeri Banda Aceh beberapa waktu lalu.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasat Lantas Kompol Yasnil Akbar Nasution menjelaskan perkara yang menimpa Cut Bul terkait kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada hari Jum'at, 16 Oktober 2020 lalu.

Kejadian tersebut, dikatakannya terjadi di kawasan jalan T. Nyak Arief, Gampong Lampriet, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh sekitar pukul 12.00 WIB

Ketika itu, Mobil Honda Civic BL 1584 FQ yang dikemudikan Cut Bul datang dari arah simpang Jambo Tape menuju arah Simpang PKA dengan kecepatan sedang.

Sementara sepeda motor Yamaha Xeon BL 6671 JP dikendarai oleh ibu rumah tangga bernama Laila Henita (37) warga Gampong Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng membawa anaknya yang masih berusia lima tahun

"Sepmor tersebut datang dari arah yang sama dan berada di depan mobil Cut Bul," ungkap Kompol Yasnil Akbar dalam keterangan yang diterima anteroaceh.com, Sabtu (7/8/2021).

Setiba di lokasi kejadian, lanjutnya Cut Bul mendahului dari lajur kanan dan kurang memperhatikan kebebasan jalan (tidak cukup ruang) sehingga menyenggol stang sebelah kanan sepeda motor Laila dan menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Saat ditanyai soal perdamaian para pihak, Kasat Lantas membenarkan jika kedua pihak yang terlibat kecelakaan telah berdamai, namun kata Kasat proses hukum tetap berjalan karena korban Laila meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Selain penyerahan tersangka, polisi juga telah menyerahkan mobil Honda Civic BL 1 CB milik Cutbul dan satu sepeda motor Yamaha Xeon beserta STNK asli BL 6671 JP milik korban dan satu buah CD rekaman CCTV.

Cut Bul terancam dikenakan pasal 310 ayat (4) undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp. 12 juta.***



(Artikel/Anteroaceh)