Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Soal Adik di Aceh Hamili Kakaknya, KPPA: Itu Pemerkosaan, Bukan Zina



Infoacehtimur.com / Aceh – Komisi Pengawas dan Perlindungan Anak (KPPA) Aceh menyoroti kasus seorang remaja berusia 15 tahun yang menghamili kakaknya hingga melahirkan.

Komisioner KPPA Aceh, Firdaus Firdaus D Nyak Idin, menegaskan kasus tesebut merupakan bentuk pemerkosaan, bukan perzinaan.

“KPPAA memandang kasus ini adalah pemerkosaan, bukan kasus zina walaupun pada akhirnya ada unsur zina,” ujar Firdaus, Senin (30/8).

Ia menambahkan korban menerima tekanan dalam kasus itu. Ditambah pelaku melakukan hubungan badan tersebut dengan mengajak tiga teman lainnya.

“Situasi korban yang selalu dalam tekanan, menunjukkan bahwa kasus ini adalah kasus pemerkosaan. Semoga aparat penegak hukum bisa objektif,” imbuhnya.

Karena itu, ia berharap jangan sampai kasus ini digiring sebagai perzinaan. Sebab, jika begitu, korban bisa menjadi pelaku.

“Korban seharusnya mendapat dukungan baik fisik, mental, maupun dukungan psikososial. Bukan malah disangka pelaku, tapi diberi dukungan rehabilitasi, termasuk dukungan esensi bagi tumbuh kembang bayi yang baru dilahirkan,” ucapnya.

Firdaus juga mengharapkan, proses hukum pada pelaku anak mengutamakan upaya rehabilitasi dan Restorative Justice. Musababnya, kasus seperti ini rentan untuk terjadi pengulangan pada korban yang sama dan pada korban yang lain.

“Itu sebabnya, rehabilitasi menjadi penting. KPPA minta agar pelaku anak tak dihukum cambuk tapi dibina, direhabilitasi, disadarkan bahwa perbuatannya salah,” ungkapnya.

Firdaus mengungkapkan, kasus seperti ini semakin sering terjadi di Aceh. Hal itu menunjukkan masyarakat sedang mengalami masalah multidimensi. Persoalan moral, personal, agama, sosial, ekonomi, budaya, hukum, dan lainnya.

“Penyelesaian kasus tidak cukup hanya dengan upaya hukum, Harus ditangani dengan upaya yang juga multidimensi. Semua komponen pemerintah dan masyarakat harus terlibat penuh,” pungkasnya.(/KumparanNEWS)