Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Terbukti Pangkas Dana Desa, Mantan Keuchik HTI Ranto Naru Aceh Timur Divonis 5 Tahun Penjara

Mantan Keuchik Gampong HTI Ranto Naru, Kecamatan Simpang Jernih, Jalal Andi Ferdiansyah divonis lima tahun penjara dalam sidang putusan secara online di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Senin (2/8/2021) sore.


INFOACEHTIMUR.COM - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atau Tipikor Banda Aceh menghukum Jalal Andi Ferdiansyah lima tahun penjara. 

Selain itu, juga dihukum membayar denda Rp 200 juta, apabila tak membayar denda itu, maka harus menjalani pidana tambahan atau subsider enam bulan kurungan. 

Selain itu, terdakwa juga harus membayar uang pengganti Rp 625 juta. 

Majelis hakim menilai terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana desa tahun 2017, sehingga merugikan keuangan negara Rp 600 juta lebih. 

Perbuatan itu dilakukan terdakwa saat menjabat Keuchik Gampong HTI Ranto Naru, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur. 

Berhubung masih pandemi Covid-19, sidang ini digelar secara online. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aceh Timur yang ikut sidang ini adalah Wahyudi SH. 

Majelis hakim memutuskan terdakwa Jalal terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. 

Hal ini sebagaimana dalam dakwaan primair Jaksa Penuntut Umum melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat 1,2,3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sejumlah Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," baca hakim dalam sidang itu.

Selain itu, majelis hakim juga menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti Rp 625 juta paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan ini berkekuatan hukum tetap.

"Jika tidak membayar, maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, maka dipidana dengan pidana penjara selama 2 tahun," tambah hakim.***




(Artikel/Serambinews)