Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Tradisi Panjat Pinang dan Sisi Kelam Dari Zaman Belanda

 


Infoacehtimur.com - Tradisi Panjat pinang dalam perayaan hari kemerdekaan Indonesia menjelma bak sebuah ritual wajib dalam memeriahkan hari kebebasan daei penjajahan.


Sebelum masa pandemi, setiap 17 Agustus akan terlihat batang pohon pinang berdiri di setiap sudut kota. Warga penub antusias menyaksiakan 'perjuangan' peserta untuk memetik beragam hadiah yang dipasang dipucuknya.


Panjang pinang yang dipercaya diperkenalkan para penjajah Belanda ke Indonesia mengundang pro dan kontra.



Dahulu, panjat pinang digunakan sebagai acara hiburan kaum kolonial. Panjat pinang kerap diadakan pada acara-acara penting seperti hajatan, hari libur nasional, atau hari ulang tahun tokoh-tokoh penting Belanda.


Tradisi melumuri batang pohon pinang dengan pelicin pun sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Hadiahnya berupa barang-barang pokok, seperti makanan, gula, tepung, dan pakaian.


Salah satu pendapat kontra mengenai hal tersebut adalah panjat pinang seharusnya tidak dijadikan tradisi di acara kemerdekaan karena membawa memori pahit masa lalu.



Mengutip pernyataa pemusik Harry Roesli menuturkan kepada Harian Kompas bahwa dia juga kontra terhadap lomba panjat pinang.


"Si orang kaya menyumbang supaya ia bisa hidup aman di lingkungan itu. Supaya tidak ada yang menjarah hartanya," kata Harry seperti dikutip pada Harian Kompas, Minggu (18/8/2002).



Cerita yang beredar dimulut tetua tiap daerah pun menunjukkan bahwa panjat pinang diadakan oleh Kolonial Belanda sebagai tontonan yang memperlihatkan warga pribumi rela menginjak bahu saudaranya hingga jatuh bangun demi secuil bahan makanan yang digantungkan pada pucuk pohon yang licin.


Menurut dia, dalam perayaan hari kemerdekaan terlihat, ada kelas sosial di lingkungan masyarakat. Orang kaya biasanya hanya menyumbang saja dan tidak ikut kegiatannya.


Penggunaan pohon pinang hanya untuk acara sekali setahun pun dianggap tidak seimbang dengan nilai lingkungan karena dilakukan penebangan besar-besaran.


Sumber: kompas.com