Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Wali Nanggroe Mengajak Semua Pihak Agar Tidak Terjadinya Konflik

Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Alhaytar



INFOACEHTIMUR.COM - Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haytar mengajak semua komponen masyarakat dan pemangku kepentingan agar mencegah untuk tidak berulangnya konflik baru di Aceh pada masa depan.

Pesan itu disampaikan oleh Malik Mahmud saat memberi sambutan secara virtual pada peringatan 16 tahun Hari Damai Aceh di Gedung Serba Guna Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu (15/8/2021).

"Persatuan komponen masyarakat Aceh, merupakan faktor utama yang dapat menjamin keberlanjutan perdamaian dan mencegah untuk tidak berulangnya konflik baru di masa depan," kata Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud.

"Maka partisipasi oleh semua pihak seperti para birokrat, ulama dan cedekiawan, pengusaha, pemuda, kaum perempuan, kaum tani, kaum nelayan dan komponen masyarakat lainnya adalah sangat penting dalam mempercepat pembangunan kesejahteraan rakyat Aceh," tambahnya.

Ia mengakui pergerakan ekonomi Aceh saat ini masih bergantung pada sumber APBA semata. Untuk itu, Pemerintah Aceh harus kelola potensi pertanian, perikanan, peternakan dengan membangun infrastruktur dan suprastruktur yang mendukung peningkatan kualitas produksi, mengolola menjadi bahan jadi, guna memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh.

"Sumber-sumber mata pencaharian masyarakat harus kita lindungi dan buka secara luas, agar perekonomian masyarakat Aceh dapat terjaga dan terlindungi," ungkap tokoh perdamaian Aceh ini.

Menurutnya, tantangan Damai Aceh selama 16 tahun ini juga terlihat dari praktik perilaku politik yang korup, perilaku politik yang menghalalkan segala cara, perilaku yang mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok yang akhirnya sangat merugikan kepetingan masyarakat dan kohesi sosial masyarakat Aceh.

"Tantangan Damai Aceh lainnya saat ini adalah situasi dan kondisi pandemi Covid-19 yang nyata, kita sedang berperang dengan ‘musuh’ yang ganas dan tidak terlihat. Virus Corona ini telah membunuh sanak saudara kita, orang tua dan sahabat kita," sebutnya.

Problematika ekonomi, menurut Wali Nanggroe, menjadi komponen utama yang harus segera dicari jalan keluar oleh setiap pemangku kepentingan di Aceh. Problematika ini dapat meruntuhkan kepercayaan diri dan membuat
masyarakat terpecah belah, selanjutnya akan berpotensi mengganggu Damai Aceh yang telah dinikmati selama 16 tahun ini.

"Maka momentum damai yang ke-16 tahun ini, kita belajar kembali, kita kuatkan kembali dalam kehidupan kita sehari-hari. Sehingga budaya Aceh yang suka saling menolong, menghormati perbedaan, dan menjadikan mufakat/musyawarah untuk memperoleh solusi dapat kita kuatkan kembali," pesannya. 

"Untuk itu, mari kita berdoa dan bermunajat kepada Allah Subhanahuwata’ala agar wabah pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan kehidupan masyarakat Aceh khususnya serta Indonesia umumnya dapat berjalan normal seperti sedia kala," tutup Malik Mahmud.(*)


(Artikel/Serambinews)