Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Berawal Info Warga, Polisi Kembali Tangkap Pejual Chip Higgs Domino

For Serambinews
Seorang warga Desa Jangka Mesjid, Jangka Bireuen diamankan tim Polres Bireuen, Sabtu (25/09/2021) malam karena diduga terlibat judi online.


Infoacehtimur.com / Banda Aceh – Aparat penegak hukum Polres Bireuen, sekitar pukul 22.30 WIB, Sabtu (25/09/2021) menangkap seorang warga Desa Jangka Mesjid, Jangka Bireuen berinisial Bus bin Il (31).

Pria yang berprofesi sebagai pedagang ditangkap di sebuah kios kawasan Desa Jangka Alue.

Karena diduga melakukan perjudian online atau judi chip sebagai penjual dan pembeli chips higgs
domino.

Kapolres Bireuen AKBP Mike Hardy Wirapraja SIK melalui Kasat Reskrim AKP Fadilah Aditya Pratama SIK kepada Serambinews.com, Minggu (26/09/2021) mengatakan, jajaran Polres Bireuen unit V Resmob Satreskrim mendapatkan informasi dari sejumlah warga.

Informasinya pada sebuah kios yang beralamat di kawasan Desa Jangka Alue sering dijadikan sebagai tempat membantu dan menyediakan fasilitas perjudian (jarimah maisir) jenis permainan aplikasi chip higgs domino.

Setelah mendapat informasi, tim mempelajari dan menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Akhirnya tim yang memperoleh informasi mendekati kebenaran. Tim bergerak ke lokasi atau kawasan sebagaimana informasi awal.

Kasat Reskrim Polres Bireuen menambahkan, tim unit Resmob bergerak ke lokasi, setiba di sebuah kios kelontong tim melakukan serangkaian upaya hukum dan menangkap seorang pria yang diduga berperan membantu dan menyediakan fasilitas permainan jarimah maisir (judi online).

Usai ditangkap, tim juga melakukan penggeledahan badan. Kemudian menyita sejumlah barang bukti berupa uang Rp 1,9 juta lebih, satu unit HP dan bukti screenshot pengiriman chip higgs domino.

“Ada beberapa jumlah chip yang tertera di HP yang disita tersebut dan juga ada harga
jualnya jutaan rupiah,” ujar Kasat Reskrim Polres Bireuen.

Menindaklanjuti temuan lapangan, pelaku bersinisial Bus bin Il serta barang bukti diamankan ke Polres Bireuen guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dalam kasus tersebut, kata Kasat Reskrim, bila terbukti bersalah pelaku melanggar pasal 20 Jo pasal 18 Qanun Aceh No 6 tahun 2014 tentang maisir (perjudian) dan Qanun Aceh No 7 Tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat. ****



(Artikel/Serambinews)