Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

BERTOH VIRAL, Konser Musik Kota Langsa Di Tengah Pandemi Covid -19

Video konser grup musik lokal kelompok band asal Aceh Apache 13 di kegiatan Jambore Daerah (Jamda) Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Aceh Tahun 2021 di Bumi Perkemahan Hutan Kota Langsa, Sabtu (25/9) malam. Waspada/dede



 
Infoacehtimur.com / Langsa - Sebuah video yang memperlihatkan kerumunan orang sedang mengadakan acara konser musik di tengah pandemi Covid-19, viral di media sosial.

Hal itu tentu menjadi ironi ketika pemerintah tengah berusaha keras untuk menurunkan laju penularan Covid1-19.

Video konser viral tersebut terjadi di Bumi Perkemahan Hutan Kota Langsa, Sabtu (25/9) malam. Konser tersebut menampilkan grup musik lokal kelompok band asal Aceh di kegiatan Jambore Daerah (Jamda) Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Aceh Tahun 2021.




Video konser tersebut viral setalah para pengunjung mengunggahnya di media sosial. Konser digelar sangat meriah dengan penonton yang berkerumun. Tampak, penonton yang merupakan peserta dari 16 Kwartir Cabang se-Provinsi Aceh mengenakan pakaian pramuka dengan iringan petasan yang cukup meriah.

Informasi yang wartawan himpun, kegiatan Jambore Daerah (Jamda) Gerakan Pramuka Aceh tahun 2021 yang digagas Provinsi Aceh yang sebelumnya dibuka Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Aceh, H Muzakir Manaf di Bumi Perkemahan Hutan Kota Langsa, Sabtu (25/9) dan berakhir Jumat, 1 Oktober 2021.




“Acara konser tersebut selain mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar karena berdekat dengan Rumah Sakit Cut Meutia, acara tersebut mengabaikan Prokes,” sebut salah seorang warga, Deddy kepada wartawan kesal.

Lanjut Deddy, apa karena acara pemerintah yang buat mengabaikan Prokes tidak apa-apa, sementara, warkop-warkop, tempat-tempat umum, swalayan, taman-taman kota di razia karena jam malam yang digelar aparat kepolisian, satpol PP dan tim gugus covid.

“Di mana peran aparat kepolisian, Satpol PP dan tim Gugus Covid Langsa, sehingga bisa mengizinkan acara tersebut berlangsung. Padahal, Kota Langsa baru saja terlepas dari persoalan zona merah Covid 19,” sebutnya.

Hal serupa diutarakan pengunjung RSCM, Mulyadi, kita sangat menyayangkan bisa terselenggarakanya acara tersebut di tengah kondisi Covid 19 saat ini.

Menyikapi persoalan itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Langsa, Dr H Marzuki Hamid, MM yang dihubungi wartawan menyatakan, dirinya belum mendapat klasifikasi dari panitia Jambore Daerah (Jamda) Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Aceh Tahun 2021 terkait pembakaran kembang api tersebut, karena dia tidak berada di tempat kejadian pada saat acara berlangsung.

Menurut Marzuki Hamid, sebenarnya kegiatan malam tersebut merupakan malam penampilan seni budaya Aceh seperti Seudati, Tari Ratoeh, Saman dan lain-lain yang menampilkan dari daerah masing-masing sebagai bagian dari kegiatan Jamda Pramuka di Bumper Taman Hutan Kota.

“Itu dilakukan dalam rangka pembentukan karakter anak anak Aceh mencintai budaya sendiri, dan di luar penampilan seni budaya tersebut ada juga kegiatan, lomba berenang, menyelam, perahu dayung, flying fox, skateboard, fotografer, lempar pisau, jelajah alam, mencari harta karun, menanam pohon langka, panjat tebing, samadiyah/tahlil/zikur dan pengajian agama Islam,” sebutnya.

Selain itu, seluruh peserta dan yang terlibat sudah vaksin Covid 19 dan sudah diswab antigen serta dengan tetap menjaga prokes. Apalagi, para peserta diisolasi dalam Bumper Hutan Kota.

“Mohon maaf atas segala kesalahan, kekurangan dan ketidaknyamanan. Wallahu ‘alam bish shawab,” pungkas Marzuki Hamid. (b13)

Sumber : Waspada.id