Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

BREAKING NEWS, Jenazah Warga Aceh Korban Pembunuhan di Malaysia Gagal Dibawa Pulang

Jenazah Warga Aceh Korban Pembunuhan di Malaysia Gagal Dibawa Pulang, Ketua SUBA Malaysia, Bukhari Ibrahim. 



Infoacehtimur.com / Malayasia Upaya pemulangan jenazah Khaidir bin Abdul Rahman (24), pemuda asal Meunasah Leubok, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur yang menjadi korban pembunuhan di Malaysia, mengalami kendala.

Sedianya, jenazah almarhum diberangkatkan ke Aceh, melalui KLIA ke Bandara Kualanamu, pada Kamis (30/9/2021) hari ini.

Informasi tersebut disampaikan Ketua Sosialisasi Ummah Bansigoem Aceh (SUBA) Malaysia, Tgk Bukhari bin Ibrahim melalui percakapan WhatsApp kepada Serambinews.com, hari ini.



“Qadarullah, sore kemarin kami mendapatkan kabar bahwa pesawat yang akan sedianya akan membawa jenazah saudara kita, Khaidir Bin Abdul Rahman, batal berangkat (ke Medan),” kata Tgk Bukhari.

Berdasarkan foto tiket yang dikirim Tgk Bukhari, jenazah almarhum Khaidir Bin Abdul Rahman dijadwalkan tiba di Bandara Kualanamu Sumatera Utara, pada tanggal 30 September 2021, pukul 10.15 pagi dengan pesawat Garuda.




Pria asal Idi Cut Aceh Timur ini mengatakan kabar tersebut juga telah disampaikan pihaknya kepada keluarga almarhum.


“Keluarga masih sangat berharap jenazah Khaidir bisa dibawa pulang, dan kami pun sudah berupaya sekuat tenaga untuk memenuhi permintaan itu,” kata Bukhari.

“Tapi ternyata terkendala di pesawat, dan ini memang benar-benar di luar kuasa kita. Memang selama pandemi ini jadwal pesawat tidak menentu,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Khaidir bin Abdul Rahman (24), warga asal Meunasah Leubok, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, meninggal dunia usai ditikam oleh seorang WNI di Sungai Merah, Bangi, Selangor, Malaysia, pada Jumat (24/9/2021) dini hari.


Korban yang merupakan anak bungsu dari empat bersaudara ini sudah merantau ke Malayasia lebih kurang 1 tahun 7 bulan.

Insiden penikaman yang merenggut nyawa Khaidir ini terjadi sekira pukul 04.00 waktu setempat.

Pelaku, sambungnya, merupakan WNI yang juga tinggal dalam satu bangunan dengan korban.


Semua Urusan Sudah Selesai

Dalam percakapan dengan Serambinews.com, Tgk Bukhari beberapa kali memastikan bahwa pemulangan jenazah almarhum Khaidir, murni karena faktor pembatalan penerbangan pesawat, bukan karena persoalan lain di Malaysia.

Menurutnya, seluruh urusan terkait pemulangan jenazah Khaidir di Malaysia telah selesai.

“Urusan dengan polisi sudah selesai, sudah dibenarkan untuk bawa pulang, urusan dengan kedutaan juga sudah selesai, sehingga kita sudah booking tiket pesawat,” ujarnya.


Bukhari mengatakan, semua urusan administrasi di kepolisian dan rumah sakit diurus oleh pihak SUBA yang dipimpin oleh tokoh Aceh di Kajang Tgk Mukhtar Abdullah.

“Seluruh biaya atas semua urusan dari tempat kejadian hingga hospital, dan juga kos pemulangan sampai ke medan, ditanggung oleh toke tempat almarhum bekerja, yakni Thamrin Bin Tami, warga Malaysia keturunan Aceh,” ujar Bukhari.

Ia menambahkan, almarhum Khaidir baru sekitar dua minggu bekerja di kedai runcit milik Thamrin Bin Tami, di Bangi.


Berdasarkan rencana awal, setelah tiba di Medan, pemulangan jenazah selanjutnya akan diurus oleh Persatuan SUBA Cabang Medan bersama Persatuan Cang Panah Sumatera Utara.

“SUBA Medan dan Persatuan Cang Panah sudah menyediakan ambulans untuk menjemput jenazah ke Kualanamu dan mengantarnya hingga ke rumah orang tua korban di Pante Bidari Aceh Timur,” ujarnya.

“Bahkan, mereka juga bilang ke kami jika ada keluarga yang mau ikut menjemput jenazah ke Kualanamu juga akan difasilitasi,” ungkap Tgk Bukhari Ibrahim.


Karena kesulitan penerbangan saat ini, kata Bukhari, pihaknya berharap keluarga mengikhlaskan agar jenazah Khaidir dapat dikebumikan di Malaysia.

"Kami masih berupaya mencari jalan dalam beberapa hari ini. Termasuk mencari rute dari Kuala Lumpur - Jakarta - Medan, tapi juga tidak ada. Pemulangan jenazah pada masa pandemi ini memang sulit, karena tidak semua pesawat menyediakan tempat untuk pemulangan jenazah," ungkap Bukhari.


Pelaku di Bawah Pengaruh Narkoba

Sementara terkait motif dari kejadian penikaman yang merenggut nyawa Khaidir, Tgk Bukhari mengatakan, berdasarkan keterangan sementara hasil penyelidikan kepolisian, insiden ini murni tindak kriminal.

“Saat kejadian, pelaku yang merupakan WNI asal Jawa Timur ini di bawah pengaruh narkoba. Ketika ditangkap oleh polisi beberapa saat setelah kejadian, pelaku ini masih dalam keadaan pangling karena pengaruh narkoba,” ujarnya.

Saat kejadian itu, pelaku baru tiga hari tinggal di rumah yang masih satu bangunan dengan korban (Khaidir).



“Pelaku menumpang di rumah kawannya yang berada di lantai bawah. Sementara Khaidir sudah dua minggu tinggal di sana, menyewa rumah tiga kamar bersama dua rekannya di lantai dua,” kata Bukhari.

Saat ini, lanjut Bukhari, jenazah Khaidir masih berada kamar jenazah di Hospital Kajang.

Sementara pelaku ditahan di Ibu Pejabat Daerah (IPD) Kajang.(*)

Sumber: Serambi Indonesia | Penulis: Syamsul Azman | Editor: Zaenal