Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Curi Uang Negara Pembangunan Mesjid Hingga Gas Bumi, A.Noerdin Jadi Tersangka 2 Kasus Korupsi Dalam Seminggu




Infoacehtimur.com – Alex Noerdin ditetapkan sebagai tersanngka korupsi pembelian gas bumi pada 16 September 2021, namun 6 (enam) hari kemudian Alex Noerdin kembali ditetapkan sebagai tersangka korupsi pembangunan mesjid pada 22 September 2021.

Perkara kasus korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan energi (PDPDE) terjadi dalam rentang waktu 2010 – 2019 sebesar Rp 426,4 miliar. Sedangkan perkra “pencurian” uang pembangunan mesjid Sriwijaya, dalam dakwaan disebutkan Mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) A. Noerdin menerima aliran dana sebesar Rp 2,4 miliar.

-Kasus Pembelian Gas Bumi
Melansir CNN Indonesia, Perkara ini diketahui terjadi antara 2010-2019. Saat itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperoleh alokasi untuk membeli gas bumi bagian negara dari JOB PT Pertamina, Talisman Ltd, Pasific Oil and Gas Ltd, Jambi Merang sebesar 15 MMSCFD berdasarkan keputusan Badan Pengelola Minyak dan Gas atas permintaan Alex Noerdin.

Lalu BUMD PDPDE Sumsel ditunjuk sebagai pembeli gas bumi oleh BP Migas. Penunjukan tersebut berarah terhadap BUMD PDPDE dengan dalih bahwa PDPDE tidak mempunyai pengalaman teknis dan dana maka PDPDE Sumsel bekerja sama dengan investor swasta, yakni PT Dika Karya Lintas Nusa.

-Kasus Pembangunan Mesjid
Mesjid Sriwijaya yang dibangun pada lahan seluas 20 hektare (ha) itu diproyeksikan sebagai salah satu mesjid terbesar di kawasan Asi Tenggara.

Perkara korupsi uang mesjid ini bermula ketika Pemprov Sumsel mengalokasikan dana untuk pembangunan tahap awal sebesar Rp 130 miliar.

Tak hanya A. Noerdin, pengadilan telah mensidangkan 4 orang terdakwa dan 2 orang lagi masih dalam tahap penyidikan. 2 orang yang masih dalam penyidikan tersebut masing – masing Mantan Sekda Sumsel masa A. Noerdin yakni Mukti Sulaiman, kemudian Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sumsel Ahmad Nasuhi.