Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Hikmah di Balik Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Aceh, Ilmu Hitung Waktu Shalat

Sejumlah warga berfoto saat terjadi fenomen hari tanpa bayangan di Probolinggo, Jatim, Selasa (13/10/2020). (Foto: iNews/Hana Purwadi)



Infoacehtimur.com / Banda Aceh – Ada hikmah di balik fenomena hari tanpa bayangan yang terjadi di wilayah Aceh pada Rabu (8/9/2021) besok. Umat Islam dapat belajar mengenai ilmu untuk menghitung kapan masuk waktu Shalat Dzuhur.

Pakar Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra mengatakan, fenomena ini berlangsung setahun dua kali itu, terjadi saat deklinasi matahari sama dengan lintang seseorang yang mengamatinya atau pengamat.

"Masyarakat dapat menguji fenomena alam ini dengan meletakkan benda langsung di bawah sinar matahari ketika waktu shalat dzuhur," kata Alifirdaus di Kota Banda Aceh, Selasa (7/9/2021).

Dia menjelaskan, kota-kota lainnya di Aceh juga akan mengalami peristiwa serupa pada waktu yang berbeda sesuai dengan lintang geografis kota tersebut, seperti Simpang Tiga Redelong, Bener Meriah.

Dia mengajak masyarakat untuk memperhatikan hari tanpa bayangan sebagai ilmu menghitung waktu dzuhur. Sebab saat matahari sedang berada di posisi lintang yang sama dengan pengamatan, artinya berada tepat di atas kepala.

Fenomena itu, kata Firdaus, dapat dimanfaatkan untuk menghitung waktu shalat dzuhur, dengan menambahkan 2-4 menit waktu ikhtiyat pada waktu kulminasi.

"Salat dzuhur dilaksanakan setelah tergelincirnya matahari dari titik zenith. Pada hari tanpa bayangan ini, kita dapat memanfaatkan event langit ini untuk kalibrasi waktu shalat di tempat masing-masing," katanya.

Dia berharap santri, siswa, dan mahasiswa di berbagai tempat di Aceh dapat melakukan praktikum sederhana dengan meletakkan benda tegak tidak berongga seperti tongkat, spidol atau sejenisnya pada bidang datar.

Setelah mencapai titik zenith, maka dua hingga empat menit kemudian akan tiba waktu dzuhur. "Dengan catatan, benda tersebut benar-benar tegak lurus. Bila perlu gunakan 'waterpass'," ujar Alfirdaus Putra.(/iNewsAceh)